Kasi PAPBB Kajari Karimun, Penitipan KM Sukses Abadi 2 Sudah Sesuai Prosedur Dan Aturan Hukum

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 15:45 WIB

5082 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun,Kepri| Oposisi News 86
Barang bukti yang disita dan ditahan oleh jaksa tidak boleh dititipkan secara sembarangan. Pengelolaan barang bukti memiliki prosedur ketat untuk menjamin keamanan, keutuhan, dan nilai barang tersebut.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai penitipan barang bukti:

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tempat Penitipan Resmi (RUPBASAN): Barang sitaan dan rampasan seharusnya dititipkan di Rumah Penitipan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) yang berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM.

Prosedur Ketat: Pengelolaan barang bukti harus memperhatikan ketelitian guna menghindari kelalaian atau kesengajaan yang fatal.

Tanggung Jawab Hukum: Jika barang bukti hilang atau rusak dalam penguasaan, penegak hukum dapat dikenakan sanksi pidana, merujuk pada ketentuan Pasal 365 KUHP baru (ancaman 4 tahun penjara atau denda).

Baca Juga :  Skandal Plang Proyek Pelindo Karimun: Transparansi BUMN 'Terselubung' di Balik Regulasi Wajib Pasang

Pengamanan Yuridis: Jaksa menunjuk petugas khusus untuk melakukan administrasi dan pengamanan yuridis terhadap barang sitaan selama proses peradilan.

Barang bukti yang sudah diputus dalam sidang dapat dikembalikan kepada yang berhak, atau jika dirampas, barang tersebut dikelola oleh kejaksaan, misalnya untuk dimusnahkan atau menjadi milik negara.

kapal KM Sukses Abadi 02 di tahan dengan dugaan menyelundupkan daging beku ilegal dan barang bekas (balpres) dari Singapura ke wilayah Kepulauan Riau. Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Kepulauan Riau menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni LM alias A sebagai pemilik kapal, H sebagai nahkoda.

Baca Juga :  Asosiasi Anggota BPD Se- Kabupaten Bintan Laksanakan Kunjungan kerja di Desa Gemuruh

Saat kita konfirmasi Agung Gede Agung Kusuma Putra, S.H., M.H, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (Kasi PAPBB)  kajari karimun , senin, 04/05/26 melalui sambungan telepon, menyampaikan, penitipan  barang bukti KM sukses abadi 2 sudah sesuai prosedur dan aturan  hukum .

Dalam hari yang sama, salah seorang masyarakat  kolong bawah , kelurahan sungai lakam barat , kecamatan karimun, kepri, yang tidak ingin disebutkan namanya dalam pemberitaan ini, yang tinggal tidak jauh dari penitipan kapal tersebut, menyampaikan, sangat menyesalkan pernyataan kasi PAPBB, setau saya penitipan barang bukti tidak boleh sembarangan,  siapakah yang tanggung  jawap bila ada kerusakan ataupun kehilangan kapal tersebut  tegasnya. Bersambung. [SAJIRUN.S]

Berita Terkait

Lelah
Gempar Akan  Hadir Di  Kabupaten Karimun
Gempar Akan Hadir di Kabupaten Karimun
Pemberian Dana Hibah Ke Intansi Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Pemberian Dana Hibah Ke Intan Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Banyak Pihak Nunggu Hasil Razia Gabungan Di Toko Mawar 66
Tim gabungan (Balai Pom, Karantina, Disperindag, Bea Cukai, Anggota Polres,) Rajia Toko Mawar 66
Selamat siang

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:16 WIB

Reskrim Lhokseumawe Didorong Bergerak Cepat, Tekankan Profesionalisme dan Respons Aduan Warga

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:41 WIB

Podcast “Zakat Yang Memberdayakan”, Tekankan Kemandirian Umat

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:35 WIB

Jenazah Almarhum NURHAIDID Tiba di Kampung Halaman, Masyarakat Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Aceh Selatan dan BSB Malaysia

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:30 WIB

Kapolsek Syamtalira Bayu Warning Pelajar: Knalpot Brong dan Medsos Bisa Hancurkan Masa Depan

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:12 WIB

TNI AD Tebar Al-Qur’an di Panti Asuhan Dewantara, Perkuat Fondasi Moral Generasi Muda

Senin, 11 Mei 2026 - 20:36 WIB

DAS Kluet Menghadapi Ancaman Serius, Masyarakat Hilir Menanggung Risiko

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:31 WIB

Teror Terhadap Wartawan FRN Aceh Makin Brutal!

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:56 WIB

THR Penjaga Tower Diduga Diabaikan, Kewajiban Hukum Dipertanyakan dan Tanggung Jawab Korporasi Disorot

Berita Terbaru