Aceh Utara|Oposisi News 86 – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan PT Pelindo Regional 1 menyepakati langkah bersama untuk mengakselerasi pemanfaatan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh sebagai pusat logistik, perdagangan, serta pintu keluar-masuk komoditas ekspor dan impor. Kesepakatan itu diharapkan menjadi pijakan memperkuat daya saing ekonomi di pesisir timur Aceh.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Jumat (31/7/2026). Pertemuan itu mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan manajemen Pelindo guna menyelaraskan arah pembangunan kawasan kepelabuhanan dan memperluas aktivitas ekonomi berbasis maritim.
Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom., Sekretaris Daerah Dayan Albar, S.Sos., M.AP., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta Kepala Bagian Protokol.
Dari Pelindo hadir Senior Vice President Business Development I Wayan Wirawan, General Manager Pelindo Regional 1 Lhokseumawe Aulia Rahman, beserta jajaran operasional dan teknis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Tarmizi menegaskan pemerintah daerah akan mempercepat layanan administrasi sesuai kewenangan agar investasi tidak terhambat proses birokrasi.
“Krueng Geukueh memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi Aceh Utara. Kami siap mempermudah proses perizinan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga rencana investasi dapat segera terealisasi,” ujar Tarmizi.
Sejumlah agenda menjadi fokus pembahasan, antara lain peningkatan layanan bongkar muat, perluasan perdagangan dalam dan luar negeri, penguatan jaringan distribusi, penyiapan infrastruktur pendukung kawasan industri, serta pembukaan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Senior Vice President Business Development PT Pelindo, I Wayan Wirawan, mengatakan Krueng Geukueh memiliki posisi yang menguntungkan karena berada di jalur pelayaran internasional dan didukung kawasan industri yang terus berkembang.
“Potensi ini harus dimanfaatkan melalui kolaborasi yang kuat antara Pelindo dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Krueng Geukueh mampu tumbuh sebagai salah satu simpul logistik penting di wilayah barat Indonesia,” katanya.
Selain memperkuat arus distribusi barang, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menarik investasi baru, meningkatkan aktivitas industri, memperluas kesempatan kerja, serta mengangkat peran Aceh Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang semakin kompetitif. (SR)




































