Blangkejeren| Oposisi News 86 – Komitmen institusi kepolisian dalam membangun kultur kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik kembali ditegaskan melalui pemberian penghargaan kepada personel berprestasi di lingkungan Polres Gayo Lues, Selasa (05/05/2026).

Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni administratif, melainkan representasi nyata dari sistem pembinaan sumber daya manusia Polri yang menempatkan kinerja, dedikasi, dan integritas sebagai parameter utama dalam menilai capaian tugas.
Dalam upacara resmi yang berlangsung di halaman apel Mapolres Gayo Lues, Kapolres AKBP Hyrowo, S.I.K., menyerahkan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pemberian penghargaan tersebut merujuk pada Keputusan Kepala Kepolisian Resor Gayo Lues Nomor: KEP/10/IV/2026 tentang pemberian penghargaan kepada personel Polri, yang merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier dan peningkatan motivasi kerja sebagaimana diamanatkan dalam prinsip manajemen sumber daya manusia di tubuh Polri.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk simbolik, melainkan instrumen strategis untuk mendorong etos kerja yang unggul serta memperkuat budaya kompetitif yang sehat di internal organisasi. Ia menekankan bahwa setiap capaian yang diraih personel merupakan manifestasi dari pelaksanaan tugas yang selaras dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta sejalan dengan prinsip profesionalitas, modernitas, dan terpercaya (Promoter) yang menjadi arah kebijakan Polri.
Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori yang mencerminkan spektrum tugas kepolisian. Pada aspek pengelolaan anggaran, personel yang berhasil meraih nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik pada satuan kerja dengan pagu di atas Rp5 miliar Semester II Tahun Anggaran 2025 diapresiasi atas kemampuannya menjaga akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan terkait pengelolaan anggaran serta prinsip good governance dalam tata kelola keuangan negara.
Di bidang penegakan hukum, penghargaan diberikan kepada tim yang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dalam waktu 2×24 jam. Keberhasilan tersebut mencerminkan implementasi cepat dan tepat dari prosedur penyelidikan dan penyidikan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta Peraturan Kapolri tentang manajemen penyidikan tindak pidana.
Capaian ini sekaligus menunjukkan sinergi antar satuan fungsi dalam merespons kejahatan secara profesional dan proporsional.
Sementara itu, dalam upaya pemberantasan narkotika, penghargaan diberikan kepada tim yang berhasil melakukan pemusnahan ladang ganja seluas 43,25 hektar di kawasan pegunungan Kabupaten Gayo Lues. Tindakan ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang menegaskan peran aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran dan produksi narkotika demi melindungi masyarakat dari dampak destruktifnya.
Penghargaan juga diberikan kepada personel yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam tugas kemanusiaan, termasuk evakuasi jenazah pendaki di Gunung Leuser serta pengabdian anggota Polsek di wilayah terpencil.
Hal ini mencerminkan pelaksanaan fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pada kategori Bintara Teladan, penghargaan diberikan kepada personel yang menunjukkan disiplin, loyalitas, serta integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penilaian ini menjadi bagian dari sistem pembinaan karier berbasis merit yang menempatkan kinerja sebagai dasar utama dalam pengembangan personel Polri.
Tidak hanya dari internal institusi, apresiasi juga datang dari kalangan eksternal, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues. Penghargaan tersebut diberikan kepada Kapolres Gayo Lues beserta jajaran sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang menewaskan seorang dokter muda.
Apresiasi ini mencerminkan kepercayaan publik, khususnya komunitas tenaga medis, terhadap kinerja kepolisian dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan.
Penyerahan penghargaan oleh Ketua IDI Gayo Lues bersama jajaran menjadi simbol sinergitas antara aparat penegak hukum dan elemen profesi dalam menjaga stabilitas sosial.
Dalam pernyataannya, pihak IDI menilai bahwa respons cepat dan profesional Polres Gayo Lues tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya tenaga kesehatan yang menjalankan tugas kemanusiaan.
Kapolres dalam keterangannya menyampaikan bahwa penghargaan dari IDI menjadi energi tambahan bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tidak terlepas dari kerja kolektif tim serta partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam sistem keamanan berbasis masyarakat (community policing).

Secara normatif, kegiatan pemberian penghargaan ini mencerminkan implementasi prinsip reward and punishment dalam organisasi Polri, yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban personel. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan Grand Strategy Polri dalam membangun kepercayaan publik melalui peningkatan kinerja dan transparansi.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polres Gayo Lues. Kehadiran berbagai elemen, termasuk perwakilan tenaga kesehatan, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Momentum ini diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh pihak dalam menjaga stabilitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.[]
Sumber: Humas Polres Gayo Lues.








































