Pembunuhan Sadis di Gayo Lues Terungkap, Pelaku Curas yang Menewaskan Korban Berhasil Diringkus Polisi

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:46 WIB

501,203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues|Oposisi News 86 – Peristiwa tragis yang mengguncang ketenangan warga Kabupaten Gayo Lues akhirnya menemui titik terang setelah aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seorang perempuan.

Kasus ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat keras bahwa tindak kriminal dengan kekerasan masih menjadi ancaman nyata yang memerlukan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan berkeadilan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 21 Maret 2026, ketika seorang pelapor mendatangi rumah kakaknya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, dengan tujuan bersilaturahmi. Namun, setibanya di lokasi, tidak ada respons dari dalam rumah.

Kecurigaan mulai muncul ketika pintu belakang ditemukan dalam keadaan terbuka. Saat memasuki rumah, kondisi di dalam terlihat berantakan, sejumlah lemari dan laci terbuka, mengindikasikan adanya tindakan penggeledahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Situasi berubah menjadi mencekam ketika pelapor mencium bau tidak sedap yang semakin menyengat saat menuju lantai dua. Pada salah satu kamar yang terkunci dari luar, ditemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur dengan tanda-tanda pembusukan. Temuan tersebut sontak menguatkan dugaan bahwa telah terjadi tindak pidana serius, bukan sekadar pencurian biasa.

Hasil penyelidikan kepolisian kemudian mengarah pada dugaan kuat bahwa peristiwa ini merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.

Fakta semakin menguat setelah diketahui satu unit sepeda motor milik korban turut hilang. Aparat bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap seorang terduga pelaku berinisial FIRDAUS AMARULLAH (31), seorang petani yang berdomisili di wilayah yang sama.

Baca Juga :  Waduh. Dinas Pendidikan Galus Kangkangi Isi Surat Perjanjian

Penangkapan dilakukan pada Senin, 23 Maret 2026, di kawasan Kota Blangkejeren oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polres Gayo Lues yang dipimpin langsung oleh IPTU Muhamad Abidinsyah, S.H., M.H., dengan dukungan tim Jatanras dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh. Dalam proses interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya secara rinci.

Pelaku mengungkapkan bahwa aksi tersebut telah direncanakan dengan cara masuk ke rumah korban melalui jendela belakang yang dibongkar menggunakan alat. Setelah berhasil masuk, pelaku menggeledah isi rumah untuk mencari barang berharga.

Namun, situasi berubah ketika korban yang sedang berada di dalam rumah mengetahui keberadaan pelaku dan berteriak meminta pertolongan. Dalam kondisi panik dan untuk menghindari aksinya diketahui, pelaku melakukan kekerasan secara brutal dengan mencekik korban, menutup saluran pernapasan korban, hingga akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.

Tindakan tersebut menunjukkan adanya unsur kekerasan yang disengaja dan dilakukan dalam rangka mempermudah pencurian, yang secara hukum termasuk dalam kategori tindak pidana berat.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku kemudian mengunci kamar dari luar untuk menghilangkan jejak dan melarikan diri dengan membawa sepeda motor milik korban ke arah wilayah Aceh Tenggara dengan tujuan untuk dijual.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut, termasuk kendaraan milik korban dan beberapa alat yang digunakan dalam aksi kejahatan. Seluruh barang bukti kini diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Untuk Mendukung Kesejahteraan Para Petani.

Secara normatif, perbuatan pelaku memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang secara tegas mengatur bahwa pencurian yang disertai kekerasan atau ancaman kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau kematian dapat dikenakan sanksi pidana berat.

Selain itu, ketentuan tersebut juga sejalan dengan prinsip perlindungan terhadap hak hidup manusia sebagaimana dijamin dalam konstitusi serta berbagai peraturan perundang-undangan yang menempatkan nyawa sebagai hak fundamental yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.

Penanganan kasus ini menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum memiliki komitmen dalam menindak tegas setiap bentuk kejahatan, khususnya yang mengandung unsur kekerasan dan mengancam keselamatan jiwa.

Proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Negara melalui aparat penegak hukum tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan yang merampas rasa aman dan hak hidup orang lain. []

Berita Terkait

Harimau Sumatera Muncul Berulang di Blangpegayon, Warga Cemas dan Pertanyakan Kesiapan Mitigasi Satwa Liar
Apresiasi Institusi dan Dukungan Profesi, Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi dan Terima Penghargaan IDI
Residivis Pencurian Dibekuk di Blangkejeren, Polisi Tegaskan Penegakan Hukum dan Imbau Kewaspadaan Warga
Mantan Direktur RSUD di Gayo Lues, dr. Taufiq Ririansyah Tanjung, Wafat di Medan
Kunjungan Wamen Koperasi RI di Gayo Lues Tegaskan Percepatan Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat
Negara Hadir di Gayo Lues, Kunjungan Wakil Menteri Koperasi Tegaskan Arah Penguatan Koperasi dan UMKM Berbasis Desa
Pengukuhan Urang Tue Kampung Porang Periode 2025–2031 Diharapkan Perkuat Tata Kelola Adat dan Pemerintahan Kampung
Silaturahmi Lebaran Menguatkan Etos Kerja dan Disiplin Aparatur

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kepala PLN karimun Tegaskan, Tidak Ada  Satupun Ijin Yang Sah,  Pemilik Jaringan  Kabel Optik Yang Berada Di Aset PLN 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:33 WIB

APH di minta periksa perijinan PT.Solnet dan ijin  pemasangan kabelnya.

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Bayar Rp300 Ribu Lebih, WiFi Solnet Dikeluhkan Lelet dan Sulit Tersambung

Senin, 27 Juli 2026 - 14:50 WIB

Lurah Harjosari Larang Peliputan Pertemuan Pengembang dan Warga, Memantik Sorotan atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:08 WIB

Dua THM Terbesar di Karimun Tutup Pascainsiden Tewasnya Seorang Pengunjung, Polisi Didesak Usut Tuntas

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:07 WIB

Bupati Karimun Teruskan Aspirasi Nelayan ke Pemerintah Pusat, Desak Kajian Lingkungan Baru atas Rencana Pengelolaan Sedimentasi Laut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:43 WIB

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum PM di THM Karimun: Nyawa Melayang, Jam Operasional Dipertanyakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:35 WIB

Iskandar Tanjung Laporkan PLN Karimun ke Kejaksaan, Desak Usut Tuntas Dugaan Kelalaian di Balik Blackout Total

Berita Terbaru