Karimun,Kepri|Oposisi News 86 –
Banyaknya kegiatan dan proyek khususnya kegiatan pembangunan jalan dan jembatan yang bermasalah , seperti baru di bangun sudah retak, jalan baru di selesai di aspal seperti wajah berjerawat, dan salah satunya saat ini yang lagu viral , pembangunan jembatan lintas selat beliah tanjung batu , tepatnya di desa kundur.

Adapun proyeknya adalah kegiatan : penunjang urusan kewenangan pengelolaan keuangan daerah, pekerjaan : pengelolaan dana darurat dan mendesak, harga kontrak : 1.498.404.000, waktu pelaksanaan : 150 hari kalender, sumber dana : APBD kabupaten karimun, tahun anggaran 2025, kontraktor : CV.dwi karya mandiri.
Pembangunan jembatan di desa kundur, kecamatan kundur barat , kabupaten karimun baru siap di bangun tahun 2025 kemaren menghabiskan anggaran 1.4 miliar, terlihat kumuh dan becek , akibat tidak di aspal, kanan kiri jembatan , tanah penahan terkikis akibatnya datangnya hujan.
Hal ini yang kita ragukan jembatanya nanti tidak bertahan lama, dan akhirya bisa amblas jika tidak cepat di perbaiki.
Saat kita konfirmasi , Man kontraktor ( CV. dwi karya mandiri ) dan Pejabat pelaksana teknis kegiatan ( PPTK) Lamhot sipayung, senin, 05/05/26, melalui whatAps, sepertinya sepakat tidak memberikan keterangan, terkait, jembatan yang baru saja di bangun terlihat becek dan licin karena datang hujan, tanah penahan kiri kanan jembatan terkikir di bawah air, bangunan ada retak.
Menurut sumber terpercaya kejari karimun sepertinya tidak bernyali memeriksa kegiatan dan proyek di dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang ( PUPR ), di mana menurut sumber, proyek dan kegiatan dinas PUPR sudah di amankan sampai ketingkat kajati kepri, oleh salah seorang kontraktor papan atas di karimun.
Pernyataan sumber tersebut sangat masuk akal dan diterima akal sehat di mana hampir 10 tahun , proyek dan kegiatan di dinas PUPR sangat banyak , dan jalan siap di bangun sudah pada retak, dan jalan baru sudah seperti wajah berjerawat, dan selalu tambal sulam, namun satupun proyek tersebut tidak ada yang di proses, sedangkan dinas dinas lain banyak sudah masuk bui, untuk mengkonfirmasi hal ini, kami memcoba menghubungi kajari karimun, namun sampai saat ini kami belum berhasil menghubungi kajari karimun.
Kami juga melalui redaksi oposisinews86.com, akan melaporkan secara resmi proyek ini ke kajati kepri, agar di periksa.
Salah seorang masyarakat karimun sebut saja M S, yang sangat peduli dengan perkembangan kabupaten karimun, yang tidak ingin di sebutkan namanya dalam pemberitaan ini yang kita temui di newrton poros, minggu, 10/05/26, menyampaikan sangat kita sesalkan lamhot sipayung PPTK proyek tersebut serta Man, kontraktor pelaksana proyek tersebut yang tidak mau memberikan komentar, terkait pembangunan jembatan di kundur yang di duga tidak sesuai bestek, sehingga hasilnya , jalan becek dan licin ketika hujan, tanah yang berada di kanan kiri jembatan terkikis air, dan sudah ada yang retak.
Lamhot sipayung PPTK dan Man kontraktor proyek tersebut, yang tidak mau menjawap konfirmasi kita, telah mengangkangi UU No. 14 tahun 2007 tentang keterbukaan informasi publik ( KIP ).

Kita berharap Aparat penegak hukum benyali untuk memeriksa proyek tersebut, dan kita sangat mendukung media ini membuat laporan resmi ke kejati kepri., tegasnya. [Sajirun.S]









































