Gayo Lues|Oposisi News 86 — Perang melawan narkotika tidak akan dimenangkan hanya dengan penindakan hukum. Ketika jaringan peredaran gelap terus mencari celah menyasar generasi muda, sekolah justru dituntut menjadi benteng pertahanan paling depan.
Atas dasar itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues mengingatkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus berubah dari sekadar agenda seremonial menjadi gerakan yang hidup dalam budaya pendidikan sehari-hari.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Bersih Narkoba Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di Cafe Logon Hills, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini diikuti para guru dan tenaga pendidik sebagai ujung tombak pembinaan karakter peserta didik.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., menegaskan bahwa ancaman narkotika terhadap kalangan pelajar tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang jauh dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab strategis membangun sistem pencegahan yang terencana, berkesinambungan, dan melibatkan seluruh unsur sekolah.

Dalam arahannya saat penutupan kegiatan, Fauzul Iman menekankan bahwa setiap institusi pendidikan perlu memiliki kebijakan internal mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, mengintegrasikan edukasi bahaya narkotika ke dalam proses pembelajaran, menyelenggarakan sosialisasi secara berkala, membentuk penggerak atau relawan anti-narkoba, memperkuat keterlibatan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta peserta didik, melakukan deteksi dini terhadap perilaku berisiko, menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, menjalin koordinasi dengan BNNK Gayo Lues, hingga melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program P4GN.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari lahirnya budaya sekolah yang mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat edukatif, persuasif, dan tidak memberikan stigma kepada peserta didik.
“Siswa membutuhkan informasi yang benar, pendampingan yang baik, dan ruang komunikasi yang aman. Mereka harus merasa memiliki tempat untuk bercerita ketika menghadapi tekanan atau persoalan yang berpotensi menyeret mereka pada perilaku berisiko,” ujar Fauzul Iman di hadapan peserta.

Ia berharap para peserta yang mengikuti bimbingan teknis tidak hanya memahami konsep P4GN, tetapi mampu menjadi motor penggerak di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka diharapkan dapat menyusun rencana aksi sesuai kondisi sekolah, menyampaikan edukasi tentang bahaya narkotika secara bertanggung jawab, serta mendorong terbentuknya pola hidup sehat di kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues Samsul Bahri yang mewakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah H. Irwansyah, S.Si., M.M., Kasat Reserse Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri, S.H., M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Gayo Lues Dr. Sartika Mayasari, S.STP., M.A., serta para guru dan tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan.

Dalam sesi materi, Dr. Sartika Mayasari membawakan topik “Public Speaking untuk Penguatan P4GN”, yang menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat dan peserta didik.
Sementara materi mengenai “Rencana Aksi P4GN” disampaikan oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues yang diwakili Asisten I Samsul Bahri, dengan penekanan pada pentingnya sinergi lintas sektor agar program pencegahan dapat berjalan efektif.
Diskusi yang berlangsung setelah penyampaian materi memperlihatkan tingginya perhatian para peserta terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Beragam pertanyaan, pengalaman, dan masukan mengemuka sebagai bahan penyusunan langkah-langkah yang lebih aplikatif di lingkungan pendidikan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Melalui bimbingan teknis ini, BNNK Gayo Lues berharap lahir semakin banyak penggerak P4GN yang mampu mengubah sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang perlindungan yang efektif bagi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. [Mustafa Porang]




































