10 Hari Hilang, Sahila Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Perkebunan Warga

DEDY ARYANTO

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:23 WIB

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane | Oposisi News 86 — Harapan keluarga untuk menemukan Sahila, bocah perempuan berusia 10 tahun yang dilaporkan hilang sejak 29 April 2026, akhirnya berubah menjadi duka yang mendalam. Pada Jumat, 8 Mei 2026, jasad Sahila ditemukan di sebuah telaga kawasan perkebunan warga di Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Penemuan tersebut menggemparkan warga sekitar dan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga.

Sejak hilangnya Sahila, keluarga bersama warga telah melakukan pencarian dengan penuh harapan agar bocah malang itu dapat kembali dengan selamat. Selama hampir 10 hari, upaya pencarian dilakukan secara intensif, melibatkan keluarga, tetangga, dan aparat desa. Namun, takdir berkata lain.

Tubuh Sahila ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di telaga yang berada tidak jauh dari kebun warga. Kejadian ini meninggalkan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang selama ini mengenal Sahila sebagai anak yang ceria, ramah, dan aktif di lingkungannya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran warga di lokasi penemuan jasad Sahila tampak penuh haru. Tangisan histeris keluarga dan kerabat pecah saat kabar tragis itu menyebar. Banyak warga yang datang untuk melihat langsung dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah berduka. Suasana di sekitar telaga dipenuhi kesedihan, refleksi, dan rasa kehilangan yang mendalam.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Pangdam IM dan Ibu Ketua Persit KCK Daerah Iskandar Muda ke Kodim 0108/Aceh Tenggara

Aparat kepolisian bersama tim terkait segera melakukan evakuasi jasad korban dan memulai penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian Sahila.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menelusuri setiap kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana, untuk memastikan keadilan dapat ditegakkan. Proses pendalaman ini dilakukan dengan hati-hati agar fakta-fakta yang ditemukan dapat menjadi dasar bagi langkah hukum selanjutnya.

Peristiwa ini mendapat perhatian besar dari masyarakat Aceh Tenggara. Banyak warga menyampaikan rasa belasungkawa dan doa untuk almarhumah Sahila. Mereka juga mengungkapkan harapan agar kasus ini segera terungkap sehingga pelaku, jika terbukti melakukan tindakan melawan hukum, dapat dihukum sesuai aturan.

“Semoga pelaku segera terungkap jika
memang ada unsur tindak pidana. Ini bukan hanya duka keluarga, tetapi duka seluruh masyarakat Aceh Tenggara,” ujar salah seorang warga yang hadir di lokasi.

Baca Juga :  HUT ke-51 Aceh Tenggara: Momentum Mengenang dan Menghargai Jejak Para Pendiri, Termasuk Hasjidin Rauf Djafar Kutacane

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak. Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak di lingkungan masing-masing, menjaga komunikasi yang baik antarwarga, dan memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas anak-anak.

Saat ini, satu harapan mendesak muncul dari warga dan keluarga: keadilan bagi Sahila. Mereka berharap tragedi yang merenggut masa depan seorang anak tidak berlalu begitu saja.

Aparat kepolisian diharapkan dapat bekerja secara profesional dan transparan, memastikan bahwa seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur sehingga rasa aman dan keadilan dapat kembali dirasakan oleh keluarga korban dan masyarakat luas.

Peristiwa ini meninggalkan kesedihan yang mendalam, namun juga menegaskan pentingnya solidaritas, perhatian terhadap anak, dan ketegasan aparat penegak hukum dalam menindak kasus yang berdampak pada keselamatan warga, terutama anak-anak.

Keluarga yang ditinggalkan kini menghadapi kenyataan pahit, sementara masyarakat terus mendoakan agar Sahila mendapatkan penghormatan terakhir yang layak dan agar pihak berwenang dapat mengungkap fakta sebenarnya dari tragedi ini. [Dedi Ariyanto]

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Kunjungi RSUD Sahudin untuk Memberi Dukungan pada Keluarga Anak Korban Pembunuhan
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Gelombang IV di SD Negeri 3 Kutacane Berlangsung Tertib dan Kondusif
Teror Spanduk Gelap di Banda Aceh dan Ancaman Serius Terhadap Etika Demokrasi
Halalbihalal di Pendopo, Bupati Aceh Tenggara Sampaikan Permohonan Maaf dan Ajak Perkuat Persatuan
Angin Puting Beliung Hantam Aceh Tenggara, Rumah Warga Rusak dan Listrik Padam
Polisi Gagalkan Pengangkutan Getah Pinus Diduga Ilegal di Aceh Tenggara, Delapan Orang Diamankan
Infaq Setahun Berbuah Santunan, Warga Perapat Hulu Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim di Pengujung Ramadan
Di Balik Masjid Balelutu, Hasanudin Menunggu Uluran Tangan di Tengah Sakit yang Tak Kunjung Usai

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 19:38 WIB

Keamanan Warga Prioritas, Babinsa Koramil 1607-06/Lape Lopok Rutin Gelar Patroli Wilayah

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57 WIB

Kapolda NTB Di Protes NGO Akibat Korupsi Mantan Adik Gubernur

Senin, 8 Juni 2026 - 11:03 WIB

TNI dan Warga Bersatu, Bersihkan Dua Lokasi Jembatan Armco di Dusun Kapas Sari

Senin, 8 Juni 2026 - 09:22 WIB

‎Disiplin dan Tanggung Jawab Jadi Penekanan dalam Pengarahan Personel Kodim 1607/Sumbawa

Senin, 8 Juni 2026 - 07:18 WIB

NGO Sumbawa Kritisi Kapolda NTB Soal Kasus Adik Mantan Gubernur

Senin, 8 Juni 2026 - 05:32 WIB

Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:13 WIB

‎Dari Silaturahmi Tumbuh Kepedulian, Babinsa Desa Sampe Ajak Warga Jaga Kampung Bersama

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:17 WIB

Pasien Kecelakaan Keluhkan Pelayanan RSMA: “kasir Sarankan Pakai BPJS, Dokter Bilang Tidak Bisa” ‎

Berita Terbaru

KEPRI

Bupati Karimun Launching Sekolah Lansia Bunga Kemunting

Senin, 8 Jun 2026 - 11:37 WIB