Nani Suryani Janda Miskin Aceh Utara Menanti Bantuan Rumah Layak Huni

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 27 Maret 2024 - 00:51 WIB

50666 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA – Provinsi Aceh yang dikenal sebagai salah satu daerah istimewa dengan otonomi khusus di Indonseia , setelah gencatan senjata / perdamaian tahun 2005 lalu .

Sejak tahun 2008 – 2021 , Aceh sudah menikmati kucuran dana otonomi khusus dari pemerintah pusat sebesar Rp 88, 43 triliun , tetapi seribu kali sayang anggaran yang begitu fantastis belum mampu menanggulangi kemiskinan secara keseluruhan di provinsi paling barat negeri ini.

Hal tersebut di buktikan oleh keadaan ibu Suryani (43) warga Desa Pulo Meuria , Dusun Bukit Sandi , Kecamatan Geureudong Pase , Aceh Utara , Salah satu janda dari sekian banyak masyarakat miskin Aceh Utara yang belum tersentuh bantuan pemerintah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nani Suryani janda tiga anak yang usia anaknya  sekira duduk di bangku Sekolah Dasar , yang salah satu anaknya mengalami disabilitas sejak lahir tinggal di gubuk yang berukuran 3 × 4 meter berlantai tanah , berdinding kayu rongsokan yang sudah lapuk dan beratap daun rumbia yang sudah mulai bocor , hanya bisa pasrah dengan keadaan .

Baca Juga :  Polres Aceh Utara Melaksanakan Giat Rutin Binrohtal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Personil

Janda yang berprofesi sebagai tukang jaga anak orang ini kepada media ,selasa 26 /3/2024 menuturkan , dirinya hanya bisa pasrah pak dengan keadaan .
” saya hanya bisa pasrah saja pak , mau bagai mana lagi saya tidak bisa bekerja seperti orang lain karena saya harus menjaga anak saya yang disabilitas ini , saya cuma bisa bekerja menjaga dua orang anak tetangga saya dengan upah Rp 10 ribu untuk satu orang anak , dan satu harinya saya mendapat gaji Rp 20 ribu ” tutur nya dengan linangan air mata.

Suryani melanjutkan , walau tidak cukup ,ya harus saya cukupkan karena memang segitu yang bisa saya hasilkan untuk anak saya , dan ketiga anak saya satupun tidak ada yang sekolah , karena saya tidak mampu membeli baju seragam untuk mereka , untuk makan kami saja susah .
Dari pemerintah Desa saya hanya mendapat bantuan BLT itu pun tidak bisa mencukupi kebutuhan kami .

Saya mengharapkan kepada pemerintah Daerah ( Pemda ) Aceh Utara , Baitul mal Aceh Utara mohon perhatiannya untuk kami , yang sangat kami butuhkan saat ini adalah tempat tinggal yang nyaman , karena dinding rumah kami sudah lapuk dan bolong saya takut kalau malam masuk binatang berbisa yang membahayakan keselamatan anak anak , kami mohon kepada pemerintah daerah agar membangun satu unit rumah yang layak untuk kami tempati ” pungkasnya penuh harap.

Baca Juga :  Dari Nibong Baroh, Aceh Utara Mulai Menata Ulang Tata Kelola Sampah

Sementara Guesyik Gampong Pulo Meuria Hasraruddin saat di konfirmasi media ini membenarkan keadaan Suryani , Guesyik menuturkan keadaan ibu suryani sangat memperihatinkan , dari pemerintah Desa kita sudah memberikan bantun BLT , tetapi untuk bantuan rumah belum bisa kami upayakan karena keterbatasan anggaran yang ada di Desa , dan apabila ada bantuan rumah untuk ibu Suryani dari Pemda Aceh Utara , Baitul Mal maupun dari Donatur , kami tidak sedikitpun menaruh keberatan dan kami sangat mendukung , semoga kedepan ibu Suryani mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi ,, pungkas Asraruddin.

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru