Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 22:04 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Warga Gampong Tanjong Glumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan sejumlah media mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran dana bantuan hidup (jadup) sebesar Rp120 ribu per jiwa yang dikaitkan dengan Geuchik setempat.

Melalui video yang beredar di tengah masyarakat, warga secara langsung membantah informasi tersebut.
Mereka menegaskan bahwa tidak pernah terjadi praktik pungli seperti yang diberitakan, serta menyebut informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

warga dalam pernyataannya menyampaikan bahwa dana yang terkumpul bukanlah hasil pungutan yang bersifat wajib, melainkan bentuk partisipasi sukarela dari masyarakat.

“Dana yang kami berikan itu murni atas dasar keikhlasan dan kebersamaan, bukan karena adanya paksaan dari pihak manapun,” ungkapnya.

Warga juga menjelaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan wujud solidaritas antar masyarakat untuk mendukung kebutuhan bersama di tingkat gampong. Mereka menilai hal tersebut sebagai budaya gotong royong yang telah, bukan sebagai pungutan yang dibebankan oleh aparatur desa.

Di sisi lain, Camat Baktiya, Bakhtiar, S,sos, saat dikonfirmasi wartawan, turut menyampaikan penyesalannya terhadap pemberitaan yang dinilai terburu-buru dalam menarik kesimpulan tanpa melakukan konfirmasi kepada pihak nya.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Pemkab Aceh Utara Siapkan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat

“Sangat disayangkan, seharusnya mengedepankan asas kemitraan Dengan pemerintah setempat sebelum mempublikasikan berita. Hal ini penting agar informasi yang disampaikan berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Bakhtiar.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang di publik. Mereka juga mengimbau semua pihak, khususnya dalam menyampaikan informasi, agar lebih bijak, cermat, dan bertanggung jawab sehingga tidak memicu polemik maupun persepsi negatif di kemudian hari. [Muhadar]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna
Kepala Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Ucapkan Selamat atas Wisuda H. Mashudi, S.H., M.Sos

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:12 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:06 WIB

‎Selamatkan Hutan Sumbawa, Dandim 1607 Tekankan Peran Masyarakat dan Aparat

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:52 WIB

‎Koramil 1607-09/Utan Hadir dalam Pembentukan Desa Binaan Imigrasi Kabupaten Sumbawa

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:59 WIB

‎Wujud Kepedulian TNI Terhadap Pendidikan, Babinsa Utan Hadiri Purna Siswa ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:55 WIB

‎Patroli Malam TNI di Lenangguar, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:05 WIB

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Alas Barat Masuki Tahap Penting

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:59 WIB

Danramil 1607-02/Empang Hadiri Penataan Ulang Data Penerima Manfaat MBG di Kecamatan Plampang

Senin, 18 Mei 2026 - 20:13 WIB

Jembatan Gantung Garuda Hadirkan Harapan Baru, Akses dan Kesejahteraan Warga Segera Meningkat

Berita Terbaru