Aceh Utara|Oposisi News 86 – Halaman SDN 6 Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, Jumat (8/5/2026). Ratusan siswa mengikuti rangkaian baca Yasin, tahlil, doa bersama hingga praktik pidato tausiah yang dibawakan secara bergiliran.

Program mingguan itu telah menjadi bagian dari pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Tidak hanya mengejar capaian akademik, pihak sekolah juga menanamkan nilai religius dan keberanian tampil di depan publik sejak usia dini.
Di wilayah yang menerapkan Syariat Islam, pendekatan pendidikan berbasis akhlak dinilai penting agar siswa tumbuh dengan keseimbangan ilmu pengetahuan dan moral.
“Alhamdulillah kami senang ada kegiatan seperti ini. Kami jadi belajar Al-Qur’an bukan hanya di rumah, tetapi juga di sekolah,” ujar salah seorang siswa.
Kepala SDN 6 Syamtalira Bayu, Junaidi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta instruksi Bupati Aceh Utara agar sekolah menghidupkan aktivitas keagamaan setiap Jumat.
“Selain membaca Yasin dan tahlil, siswa juga diberi kesempatan menyampaikan tausiah secara bergantian. Ini untuk membangun mental, melatih keberanian berbicara dan menggali potensi mereka,” kata Junaidi.
Menurutnya, pembentukan disiplin dan akhlak menjadi prioritas utama sekolah di tengah tantangan perkembangan zaman. “Kami ingin melahirkan siswa yang tidak hanya unggul dalam pelajaran, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak Qur’ani,” ujarnya.

Ia turut mengharapkan dukungan orang tua serta seluruh elemen masyarakat agar program pendidikan di sekolah berjalan optimal.
“Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan supaya anak-anak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan Aceh Utara,” pungkasnya. (Siwah Rimba)









































