Aceh Utara|Oposisi News 86 – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXVIII tingkat Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, resmi dibuka pada Minggu malam, 26 Juli 2026, di Lapangan Sepak Bola Kemasjidan Matang Raya, Gampong Matang Raya Barat.
Sebanyak 170 peserta dari lima kafilah mulai memasuki arena perlombaan dalam ajang yang tidak hanya menjadi kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan generasi Qurani di tingkat kecamatan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari empat malam hingga 29 Juli 2026 itu mempertemukan peserta dari Kafilah Unit, Kafilah Matang Linya, Kafilah Alue Ie Puteh, Kafilah Panteu Breuh, dan Kafilah Matang Raya. Dari total peserta, sebanyak 80 merupakan putra dan 90 lainnya putri yang akan berkompetisi pada delapan cabang perlombaan sesuai ketentuan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Pembukaan MTQ dilakukan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Utara, Hadaini, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tidak boleh dipandang sebatas agenda seremonial ataupun perlombaan tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas sebagai media membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan ajaran Islam.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui pembinaan yang berkelanjutan. Hadaini menilai, semangat membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an harus terus ditanamkan sejak dini agar mampu melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia, wawasan keislaman yang baik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di masa mendatang.
Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan Selawat Badar, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh yang dibawakan siswa SMP Negeri 6 Baktiya. Setelah itu, Ketua Forum Geuchik Kecamatan Baktiya, Abdullah, menyampaikan laporan panitia mengenai kesiapan pelaksanaan MTQ tahun ini.
Ketua LPTQ Kecamatan Baktiya, Ustaz Drs. Tgk. Abdurahman Bitai, MA, turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kualitas pembinaan tilawah, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an agar terus berkembang di tengah masyarakat. Selanjutnya dilakukan pembacaan Surat Keputusan Camat Baktiya tentang penetapan dewan hakim yang kemudian dikukuhkan langsung oleh Camat Baktiya, Bakhtiar, S.Sos.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menambah khidmat pembukaan tersebut. Tampak hadir Kapolsek Baktiya Iptu Agus Maulizar, SH., MH., CPM, perwakilan Danramil Baktiya, jajaran LPTQ, para imam besar masjid, imum mukim, geuchik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat yang memadati lokasi pembukaan.
Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan selama ini menjadi bagian dari proses pembinaan berjenjang dalam mencari qari, qariah, hafiz, hafizah, maupun peserta terbaik di berbagai cabang yang nantinya dipersiapkan mengikuti MTQ pada tingkat Kabupaten Aceh Utara.
Karena itu, kualitas penyelenggaraan, objektivitas dewan hakim, serta semangat sportivitas peserta menjadi faktor penting yang diharapkan mampu menghasilkan duta-duta Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan dimulainya MTQ XXXVIII Kecamatan Baktiya, perhatian masyarakat kini tertuju pada jalannya perlombaan selama beberapa hari ke depan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi antarkafilah, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. ,[Muhadar]




































