Tim gabungan (Balai Pom, Karantina, Disperindag, Bea Cukai, Anggota Polres,) Rajia Toko Mawar 66

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:54 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun,Kepri|Oposisi News 86
Tim gabungan yang terdiri dari bea cukai, balai pom batam, karantina,dari dinas disperindag kab.karimun beserta anggota polres karimun merazia toko makar 66 yang beralamat jalan ahmad yani baran dua, kecamatan meral, kabupaten karimun, kepri, kamis, 07/05/26.

Berdasarkan aturan karantina pertanian di Indonesia yang diperbarui hingga tahun 2026, membawa daging, bakso, dan sosis dari luar negeri ke Indonesia dibatasi dengan ketat dan wajib dilaporkan kepada petugas karantina di pintu masuk (bandara/pelabuhan).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk hewani, termasuk olahan seperti sosis dan bakso, seringkali ditahan atau dimusnahkan jika tidak memenuhi persyaratan, terutama dari negara yang endemik penyakit hewan.

Berikut poin penting aturannya:

Wajib Karantina: Setiap produk hewan dan turunannya wajib dilaporkan, diperiksa, dan dilepas oleh petugas Badan Karantina Indonesia.

Dokumen Wajib: Daging dan olahannya harus disertai sertifikat kesehatan (Health Certificate) dari negara asal.

Risiko Pemusnahan: Daging mentah, sosis, bakso, dendeng, atau abon yang dibawa tanpa izin dan dokumen yang valid akan ditahan dan dimusnahkan untuk mencegah masuknya penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.

Baca Juga :  Jebakan Cukai di Kundur: Rokok Ilegal Marak, Negara Merugi, APH Dituntut Tuntas

Barang Bawaan Penumpang: Pengawasan ketat dilakukan pada bagasi penumpang untuk memastikan keamanan pangan.

Mengapa Dilarang/Dibatasi?
Indonesia menerapkan aturan ini untuk melindungi peternakan domestik dari penyakit hewan menular eksotik, yang pernah menyebabkan kerugian besar akibat PMK pada tahun 2022.

Dari amatan kita di lapangan saat razia, petugas melakukan penyitaan berbagai jenis barang yang kemungkinan salah , dengan cara merobek bungkus plastiknya, dan tidak membawa barang bukti tesebut.

Razia tim gabungan yang di laksanakan di toko mawar 66 tersebut sangat kita sayangkan, dimana setelah selesai rajia , tidak ada satupun yang mau memberikan keterangan, barang barang apa yang salah dan yang diamankan.

Situasi di mana tim gabungan (Bea Cukai, BPOM, Disperindag, Polisi, Karantina) melakukan razia namun bungkam setelahnya dapat menimbulkan berbagai spekulasi. Secara hukum, tindakan ini bertentangan dengan prinsip transparansi penyelenggaraan negara.

Berikut adalah analisis terkait alasan tim tersebut tidak memberikan keterangan:

Penyidikan Masih Berjalan (Kerahasiaan): Kemungkinan besar razia tersebut adalah bagian dari operasi senyap yang belum selesai (pengembangan perkara). Memberikan keterangan dapat membocorkan informasi kepada pihak lain yang terlibat atau menghilangkan barang bukti.

Baca Juga :  Jajaran DPC PAPDESI Karimun Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Dwi Ajeng Sekar Respaty, SH.M.Kn Sebagai Anggota DPD RI Dapil Kepri. 

Informasi yang Dikecualikan (UU KIP): Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, instansi publik boleh tidak membuka informasi jika menyangkut proses penegakan hukum, investigasi, atau barang bukti yang sedang diteliti.

Perbedaan Wewenang & Koordinasi: Tim gabungan sering kali memiliki prosedur internal untuk menentukan siapa yang berhak memberikan keterangan pers (biasanya satu pintu melalui juru bicara atau kepolisian) agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.

Menghindari Kegaduhan: Tim mungkin belum memastikan tingkat bahaya produk (daging/sosis/bakso) dan memilih untuk menunggu hasil uji laboratorium final dari Balai POM/Karantina agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

Langkah Selanjutnya yang Bisa Diambil:

Meskipun tim bungkam, masyarakat atau media berhak meminta kejelasan. Anda dapat:

Menunggu Rilis Resmi: Biasanya instansi terkait akan mengeluarkan rilis setelah berkas perkara lengkap (P-21).

Menghubungi PPID: Mengajukan permintaan informasi ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) masing-masing instansi (Polres setempat atau BPOM setempat) sesuai UU KIP.

Melaporkan ke Ombudsman: Jika ada dugaan maladministrasi (pelayanan tidak sesuai prosedur/tertutup), Anda bisa melapor ke Ombudsman RI.  [Sajirun.S]

Berita Terkait

Kajari Karimun Diminta Periksa PPTK Dan Kontraktor Pembangunan Jembatan Didesa Kundur
Kasi PAPBB Kajari Karimun, Penitipan KM Sukses Abadi 2 Sudah Sesuai Prosedur Dan Aturan Hukum
Perjinan PT Cakrawala Dunianet di Duga Tak Lengkap, di Minta Pemkab Karimun Bertindak Tegas
PLT. Kades Prayun  Ulul Hidayat S.ip Menyerahkan BLT Secara Simbolis Bulan Januari – April
Apakah Penimbunan Dekat Pantai Di Sungai Pasir Sudah Miliki Perijinan Yang Lengkap?
Bupati Karimun Resmikan Jembatan Tok Kenot
Perjudian Nomor Toke Hotel Satria Berjalan Lancar, Kapolri Diminta Copot Kapolres Karimun Diduga Gagal Berantas Judi Nomor.
Banyak Pekerja Restoran Dan Cafe Dengan Gaji Di Bawah UMK Perlu Perhatian Bupati Karimum

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:19 WIB

Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:14 WIB

Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya

Senin, 4 Mei 2026 - 22:31 WIB

Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?

Senin, 4 Mei 2026 - 22:04 WIB

Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:34 WIB

Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:33 WIB

Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kepala Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Ucapkan Selamat atas Wisuda H. Mashudi, S.H., M.Sos

Kamis, 30 April 2026 - 09:37 WIB

Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi

Berita Terbaru