Dari Solo Ke Tanah Rencong: Menyambut Pimpinan PWI Dengan Peusijuk Menuntut Kebenaran Jurnalistik.

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 17:24 WIB

50521 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Di tengah tradisi kental Tanah Rencong, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, secara simbolis memulai babak baru kepemimpinannya.

Ia bersama rombongan pengurus PWI Pusat menjalani prosesi adat ‘Peusijuk’ atau tepung tawar di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (1 November 2025). Momen sakral ini dirangkai apik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menyatukan kearifan lokal dengan semangat keagamaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munir, yang juga menjabat Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, hadir didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Amy Atmanto, serta Anggota Dewan Pakar Muhammad Amru. Kehadiran tiga tokoh asal Aceh dalam jajaran pengurus pusat ini menjadi penanda khusus bagi keluarga besar PWI Aceh.

Dalam sambutannya, Akhmad Munir tak hanya mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya, tetapi juga menyentil esensi mendalam dari tugas wartawan. Prosesi adat yang dikaitkan dengan Maulid Nabi, menurutnya, adalah simbol penguatan silaturahmi sekaligus penegasan kembali nilai-nilai luhur profesi.

Baca Juga :  Mak Gawat,???. Catut Nama PW IWO Aceh dan Pasang Foto Ketua PWI Aceh, Zoni diduga Lakukan Penipuan

“Kini, PWI sudah bersatu kembali. Kami dipercaya menakhodai organisasi ini lima tahun ke depan. Doakan agar amanah yang diberikan dapat kami jalankan dengan baik,” ujar Munir di hadapan pengurus dan anggota PWI Aceh. Pengukuhan ini, yang dilakukan di Solo pada awal Oktober, menjadi titik balik rekonsiliasi organisasi pers tertua di Indonesia.

Namun, fokus utama Munir melampaui urusan struktural organisasi. Mengenang perayaan Maulid masa kecilnya, ia mengingatkan bahwa momentum ini adalah wahana peneladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam ranah jurnalistik.

“Meneladani Rasulullah berarti memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Wartawan harus menjunjung tinggi kode etik, tidak berniat buruk, serta selalu tabayun untuk memastikan kebenaran informasi,” tegas Munir.

Pesan ini menjadi penekanan kuat di tengah arus deras informasi dan tantangan etika media, di mana akurasi dan niat baik sering tergerus oleh sensasi dan kecepatan. Baginya, jurnalisme harus menjadi barometer kebenaran, bukan penyebar fitnah.

Baca Juga :  Teuku Mirzuan Kembali Menjabat Sebagai PJ Bupati Aceh Tengah.

Syukur dan Kebanggaan di Ujung Pesisir
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, mengungkapkan bahwa prosesi peusijuk ini adalah ungkapan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru PWI Pusat periode 2025–2030.

“Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada tamu, tetapi juga tanda syukur atas lahirnya kepengurusan baru PWI. Apalagi, tiga di antara pengurus PWI Pusat yang hadir adalah putra daerah Aceh,” kata Nasir Nurdin, merujuk pada Zulmansyah Sekedang, Amy Atmanto, dan Muhammad Amru.

Acara yang berlangsung khidmat dan hangat itu ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan untuk kemajuan PWI dan seluruh insan pers Indonesia agar senantiasa teguh memegang prinsip kebenaran dan etika jurnalistik dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Penegasan ini menggarisbawahi harapan agar kepengurusan baru PWI Pusat dapat membawa organisasi pers kembali ke khittahnya: menjaga kebenaran di ruang publik. []

Berita Terkait

Disersi hingga Dugaan Jadi Tentara Bayaran, Bripda Muhammad Rio Dicopot dari Status Polisi
Direktur PT Media Harian Daerah, Bapak Kifran, S.H., Berpulang ke Rahmatullah
Nahkoda Baru Penanganan Sosial Aceh: Chaidir di Kursi Plt, Asa IPSM pada Kontinuitas
Selamat & Sukses
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Resmi Sandang Pangkat Irjen
Truk Tangki CPO Rusak Jalan Nasional, KPA Dorong Investasi Pelabuhan CPO untuk Solusi Jangka Panjang
Paskibraka Gayo Lues: Sebuah Langkah Taktis Menuju Cita-Cita
Kolaborasi Strategis TNI dan Satgas Swasembada Pangan di Aceh

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:04 WIB

Desa Brang Kolong Bersiap Jadi Contoh Nasional Program Desa Sadar Zakat

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Grand Launching MBG Jadi Momentum Kemajuan Desa

Jumat, 10 April 2026 - 21:42 WIB

Malam Aman, Warga Nyaman: Kiprah Patroli Koramil Lape Lopok

Jumat, 10 April 2026 - 18:15 WIB

Semangat Kebersamaan, Babinsa Dete Gaungkan Budaya Gotong Royong untuk Adipura

Jumat, 10 April 2026 - 18:01 WIB

Pantai Kalibaru dan Jempol Jadi Sasaran Aksi Bersih Kodim 1607/Sumbawa

Kamis, 9 April 2026 - 20:57 WIB

Demi Kesejahteraan Warga, TNI dan Masyarakat Tak Kenal Lelah Bangun Jembatan

Kamis, 9 April 2026 - 20:47 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Bersama Warga Kebut Pembangunan Jembatan Garuda

Kamis, 9 April 2026 - 20:36 WIB

Aksi Nyata Babinsa Alas, Edukasi Warga Sekaligus Bersihkan Lingkungan dari Sampah

Berita Terbaru

NASIONAL

Malam Aman, Warga Nyaman: Kiprah Patroli Koramil Lape Lopok

Jumat, 10 Apr 2026 - 21:42 WIB

ACEH SELATAN

Open Turnamen Mawar Cup 1 Segera Hadir, Total Hadiah Rp75 Juta

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:24 WIB