Negara Hadir di Gayo Lues, Kunjungan Wakil Menteri Koperasi Tegaskan Arah Penguatan Koperasi dan UMKM Berbasis Desa

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 06:35 WIB

50435 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt.Kadis Perdagangan Kabupaten Gayo Lues, Syamsul Bahri.

Gayo Lues|Oposisi News 86 — Kehadiran negara dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia ke Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada 17–18 April 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan bahwa koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) benar-benar menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan surat resmi Kementerian Koperasi Republik Indonesia Nomor B-205/SM.KOP/PR.01/2026 tertanggal 15 April 2026, agenda utama kunjungan difokuskan pada peninjauan langsung Koperasi Desa Merah Putih Tampeng yang berada di Kecamatan Kutapanjang.

Penetapan lokasi ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap penguatan koperasi desa sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus sebagai bentuk implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Rombongan Kementerian Koperasi dipimpin oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah yang turut didampingi Sekretaris Kementerian Ahmad Zabadi bersama jajaran, termasuk unsur teknis, tenaga ahli, protokol, hingga humas kementerian.

Kehadiran pejabat lintas fungsi ini menunjukkan bahwa kunjungan tersebut dirancang secara komprehensif, tidak hanya untuk melihat kondisi lapangan, tetapi juga untuk merumuskan langkah kebijakan yang tepat dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Setibanya di Bandara pada pukul 07.55 WIB, rombongan langsung bergerak menuju Kampung Raklunung untuk meninjau usaha jahit Kerawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu identitas budaya sekaligus potensi ekonomi unggulan daerah.

Peninjauan ini menjadi penting dalam konteks penguatan UMKM berbasis kearifan lokal, di mana produk budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan, tetapi juga sebagai komoditas ekonomi yang memiliki daya saing apabila didukung dengan akses pasar, pembiayaan, serta peningkatan kualitas produksi.

Baca Juga :  Jalan Gayo Lues Via Takengon Kembali Normal. Kasat lantas Himbau Kepada Pengendara Sebaiknya Waspada

Agenda kemudian berlanjut ke Pendopo Kabupaten untuk melaksanakan sarapan bersama yang dirangkaikan dengan diskusi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan koperasi dan UMKM, termasuk persoalan klasik seperti akses permodalan, kapasitas manajerial, hingga perluasan jaringan pemasaran. Diskusi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan.

Plt.Kadis Perdagangan Kabupaten Gayo Lues, Syamsul Bahri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gayo Lues, Syamsul Bahri, yang turut terlibat dalam proses koordinasi kunjungan tersebut, Kamis 16/04/2026) menyampaikan bahwa kehadiran langsung jajaran Kementerian Koperasi menjadi momentum penting bagi daerah untuk mempercepat penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Ia menilai, perhatian pemerintah pusat terhadap koperasi desa dan UMKM lokal merupakan bentuk keberpihakan yang harus direspons dengan kesiapan daerah dalam meningkatkan kualitas kelembagaan, produksi, serta daya saing pasar.

Menurutnya, potensi lokal seperti kerajinan Kerawang dan koperasi desa memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan kebijakan yang tepat serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Oleh karena itu, kunjungan ini diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus menghadirkan solusi konkret atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi pelaku usaha di daerah.

Kunjungan ke Koperasi Desa Merah Putih Tampeng menjadi titik krusial dalam keseluruhan rangkaian agenda. Di lokasi ini, pemerintah pusat melakukan peninjauan langsung terhadap operasional koperasi, sekaligus menyerap aspirasi dari pengurus dan anggota koperasi terkait berbagai kendala yang dihadapi.

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Perekrutan Calon Anggota Panwaslih Gayo Lues, Yang Dinyatakan Lulus Sebagai Berikut.

Pendekatan ini mencerminkan pola kerja pemerintah yang semakin menekankan pentingnya evidence-based policy, di mana kebijakan tidak lagi disusun secara top-down, melainkan berbasis pada realitas empiris di lapangan.

Dalam kerangka yang lebih luas, kunjungan ini juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menegaskan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Sinergi antara koperasi dan UMKM menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang besar seperti Gayo Lues.

Koordinasi lintas sektor turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan kunjungan ini, sebagaimana tercermin dari keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta dinas terkait.

Hal ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi yang solid antar berbagai pemangku kepentingan.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kelancaran agenda sekaligus memperkuat implementasi program yang dihasilkan dari kunjungan ini.

Kehadiran langsung pejabat kementerian di daerah menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap dinamika yang terjadi di tingkat lokal.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dinilai menjadi langkah efektif untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan dasar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan.

Dengan demikian, kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi mampu menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi koperasi dan UMKM di Gayo Lues.

Lebih dari itu, langkah ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menghadirkan keadilan ekonomi melalui penguatan sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. []

Berita Terkait

Apresiasi Institusi dan Dukungan Profesi, Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi dan Terima Penghargaan IDI
Residivis Pencurian Dibekuk di Blangkejeren, Polisi Tegaskan Penegakan Hukum dan Imbau Kewaspadaan Warga
Mantan Direktur RSUD di Gayo Lues, dr. Taufiq Ririansyah Tanjung, Wafat di Medan
Kunjungan Wamen Koperasi RI di Gayo Lues Tegaskan Percepatan Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat
Pengukuhan Urang Tue Kampung Porang Periode 2025–2031 Diharapkan Perkuat Tata Kelola Adat dan Pemerintahan Kampung
Silaturahmi Lebaran Menguatkan Etos Kerja dan Disiplin Aparatur
Halalbihalal di Kampung Jawa Perkuat Jalinan Silaturahmi dan Persaudaraan Warga
Jembatan Ambruk, Negara Absen: Nyawa Warga Dipertaruhkan di Pining

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:16 WIB

Reskrim Lhokseumawe Didorong Bergerak Cepat, Tekankan Profesionalisme dan Respons Aduan Warga

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:41 WIB

Podcast “Zakat Yang Memberdayakan”, Tekankan Kemandirian Umat

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:35 WIB

Jenazah Almarhum NURHAIDID Tiba di Kampung Halaman, Masyarakat Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Aceh Selatan dan BSB Malaysia

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:30 WIB

Kapolsek Syamtalira Bayu Warning Pelajar: Knalpot Brong dan Medsos Bisa Hancurkan Masa Depan

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:12 WIB

TNI AD Tebar Al-Qur’an di Panti Asuhan Dewantara, Perkuat Fondasi Moral Generasi Muda

Senin, 11 Mei 2026 - 20:36 WIB

DAS Kluet Menghadapi Ancaman Serius, Masyarakat Hilir Menanggung Risiko

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:31 WIB

Teror Terhadap Wartawan FRN Aceh Makin Brutal!

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:56 WIB

THR Penjaga Tower Diduga Diabaikan, Kewajiban Hukum Dipertanyakan dan Tanggung Jawab Korporasi Disorot

Berita Terbaru