Huntara Berakhir, Warga Aceh Utara Masih Ada Yang Hidup di Tenda

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 23:48 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 — Penutupan Hunian Sementara (Huntara) pada 15 Maret 2026 menyisakan ironi di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Ketika sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing, Khairul Nisa dan suaminya, Idris, justru kehilangan satu-satunya tempat bernaung yang mereka miliki.

Pasangan itu kini bertahan di sebuah tenda darurat berwarna oranye yang berdiri di pinggir permukiman. Tenda tipis tersebut menjadi penahan terakhir dari panas siang dan hujan malam, sekaligus ruang sempit tempat seluruh kebutuhan hidup mereka disimpan.

Baca Juga :  Bailey di Sawang: Antara Respons Cepat dan PR Infrastruktur Jangka Panjang

Peralatan dapur, pakaian, hingga barang pribadi tersusun seadanya di dalamnya. Tidak ada sekat, tidak ada fasilitas dasar yang layak disebut sebagai hunian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari Pasesatu.com Senin (16/3/2026), Khairul Nisa sedang membereskan barang-barangnya di depan tenda. Nada suaranya pelan saat menceritakan kondisi yang dihadapi.
“Kami tidak tahu harus pergi ke mana,” katanya.

Pemandangan di sekitar lokasi terasa kontras. Rumah-rumah permanen milik warga berdiri rapi di antara pohon kelapa yang menjulang, sementara tenda darurat itu tampak seperti pengingat bahwa tidak semua korban telah keluar dari fase darurat.

Baca Juga :  Kunker ke Mako Polsek Muara Satu, Kapolres Lhokseumawe Minta Personel Jaga Kekompakan

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kelanjutan penanganan bagi warga terdampak setelah masa Huntara ditutup. Tanpa skema transisi yang jelas menuju hunian tetap, sejumlah keluarga berisiko terjebak dalam kondisi serba terbatas.

Sejauh ini belum ada kepastian mengenai solusi bagi mereka yang belum memiliki rumah. Jika keadaan dibiarkan berlarut, tenda darurat bukan lagi sekadar tempat bertahan sementara, melainkan simbol dari persoalan penanganan yang belum tuntas. (SR)

Berita Terkait

Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru