Arsitektur Kekuasaan & Konstruksi Korupsi: Sorotan Proyek-Proyek Bermasalah Dinas PUPR Karimun

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 22:02 WIB

50634 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri — Dalam lanskap perencanaan kota yang ideal, setiap garis anggaran ditarik dengan presisi, setiap proyek pembangunan adalah pilar fungsional yang menopang kesejahteraan masyarakat.

Namun, di Kabupaten Karimun, sebuah narasi pembangunan muncul dengan fondasi yang goyah, diwarnai ironi defisit keuangan daerah dan kucuran dana fantastis untuk proyek-proyek yang terkesan tak esensial.

Ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan arsitektur kebijakan yang membingungkan, di mana kebutuhan dasar masyarakat terabaikan demi konstruksi yang patut dipertanyakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hibah Vertikal di Tengah Keterbatasan Ruang Fiskal

Kondisi keuangan Kabupaten Karimun yang defisit seharusnya menjadi alarm untuk mengetatkan ikat pinggang, bukan malah melonggarkan dompet untuk hibah.

Prinsip dasar pengelolaan hibah mensyaratkan adanya kemampuan keuangan daerah yang memadai, dengan pertimbangan urgensi dan manfaat yang langsung terasa oleh masyarakat. Namun, tahun 2025, di tengah tunda bayar yang menumpuk dan alokasi dana desa (ADD) yang macet, Dinas PUPR justru mengalokasikan anggaran untuk instansi vertikal:

Rp 3.064.027.000 untuk peningkatan sarana dan prasarana kantor Kejaksaan Negeri Karimun.

Rp 5.729.186.000 untuk revitalisasi asrama polisi.

Keputusan ini menuai kritik tajam. Seorang pejabat di Dinas PUPR, yang enggan disebut namanya, secara blak-blakan mempertanyakan prioritas ini:

Baca Juga :  Pemdes Batu Limau Kembali Menyalurkan Batuan BLT DD Kepada 59 KPM Tahun 2024

“buat apa diberi hibah ke instansi vertikal, sedangkan pembayaran tunda bayar aja tak beres.”

Pertanyaan itu menyorot celah dalam struktur kebijakan yang seolah mengutamakan kepentingan eksternal, alih-alih menyelesaikan masalah internal, seperti nasib empat kantor kelurahan yang sudah 14 tahun tak memiliki gedung permanen dan dua kantor camat yang belum terbangun.

Pola Berulang: Gudang, Mess, dan Proyek Bermasalah Lainnya

Sorotan terhadap Kejaksaan Negeri Karimun menjadi semakin tajam. Pola hibah dari Dinas PUPR tampaknya telah menjadi agenda tahunan:

2023: Pembangunan gudang barang bukti sebesar Rp 1.699.985.116.

2024: Pembangunan mess kejaksaan sebesar Rp 1.419.969.982.

2025: Proyek sarana dan prasarana kantor senilai Rp 3.064.027.000.

Siklus ini menimbulkan kecurigaan publik: apakah ada arsitektur kepentingan tersembunyi yang memungkinkan aliran dana terus-menerus ke pihak yang sama?

Dugaan ini diperkuat dengan fakta bahwa kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek ini disebut-sebut sebagai ‘papan atas’ dengan ‘relasi dan koneksi’ hingga tingkat Kejaksaan Tinggi.

Konstruksi Hukum yang Rapuh: Temuan BPK dan Proyek Hibah Fiktif

Pondasi keraguan publik semakin kuat dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2022 menunjukkan adanya praktik penganggaran belanja hibah yang tidak didukung oleh dokumen lengkap.

Baca Juga :  Banyak Pihak Nunggu Hasil Razia Gabungan Di Toko Mawar 66

Dari total 480 paket pekerjaan normalisasi senilai Rp 83.845.633.920, Dinas PUPR tidak mengetahui siapa penerima manfaatnya saat DPA disahkan. Usulan proyek ini rupanya berasal dari Musrenbang, reses anggota DPRD, atau kunjungan kepala daerah, tanpa didukung oleh surat permohonan hibah, surat keputusan bupati, atau NPHD yang sah.

Praktik ini mencerminkan sebuah konstruksi hukum yang rapuh, di mana prosedur administratif diabaikan. Kejanggalan juga merambah ke tahun 2023 dengan proyek-proyek besar seperti pembangunan tanggul sungai dan penataan bangunan gedung yang tidak jelas peruntukannya.

Permasalahan ini bukan sekadar ketidakpatuhan prosedural, melainkan cerminan dari sistem yang koruptif.

Proyek-proyek jalan yang baru dibangun sudah rusak, namun tak pernah ada tindakan hukum, memperkuat asumsi adanya impunitas yang melindungi pihak-pihak tertentu.

Masyarakat menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memeriksa 480 paket proyek di Dinas PUPR.

Tanpa transparansi dan akuntabilitas, pembangunan di Karimun akan terus menjadi arsitektur yang cacat, di mana keadilan dan kemakmuran rakyat hanya menjadi hiasan di atas kertas. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru