Aceh Utara|Oposisi News 86 – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Djamari Chaniago ke Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026), menandai percepatan penanganan pascabencana hidrometeorologi yang sempat memaksa ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Dalam agenda tersebut, pemerintah menyerahkan 104 unit hunian tetap (huntap) kepada masyarakat terdampak di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang.
Rombongan Menko Polkam disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.
Pesawat charter Gulfstream 500 bernomor registrasi PK-BIN yang membawa rombongan mendarat di Bandara Malikussaleh, Kecamatan Muara Batu, sekitar pukul 08.09 WIB. Dari bandara, rombongan bergerak menuju kawasan hunian tetap yang dibangun sebagai solusi permanen bagi korban bencana.
Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan tiba di lokasi dan disambut masyarakat penerima manfaat. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, serta unsur Forkopimda Aceh Utara.
Kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taqwa kawasan hunian tetap. Pemerintah secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada perwakilan warga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian pascabencana.
Bupati Aceh Utara Ayah Wa menyebut pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bukti keterlibatan pemerintah pusat dalam memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Aceh Utara, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Menko Polkam, Kepala BNPB, serta Pemerintah Aceh atas dukungan dalam percepatan pembangunan hunian bagi warga korban bencana,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat warga yang belum sepenuhnya memperoleh rumah bantuan. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya menuntaskan proses tersebut agar seluruh korban mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pembangunan hunian tetap tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah, tetapi juga penataan kawasan yang mendukung kehidupan jangka panjang.
Selain unit rumah, kawasan tersebut telah dilengkapi jaringan listrik, pasokan air bersih, serta instalasi penyaringan air minum guna menunjang kebutuhan dasar warga.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan lima ekor sapi untuk kebutuhan meugang bagi keluarga penghuni hunian tetap serta bantuan dana dapur bagi setiap kepala keluarga penerima.
Kunjungan ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemberian penghargaan kepada pihak yang terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut. Sekitar pukul 11.45 WIB, rombongan kembali menuju Bandara Malikussaleh untuk melanjutkan perjalanan.
Kompleks hunian tetap dibangun di atas lahan bekas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Cangkoi yang selama ini tidak difungsikan. Deretan rumah berdiri rapi dengan dukungan fasilitas sanitasi yang memadai.
Meski demikian, bagi sebagian warga, kehadiran hunian tetap ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan harapan baru setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Salah seorang penerima rumah, Badliansyah, mengaku lega setelah akhirnya mendapatkan tempat tinggal permanen.
“Selama ini kami menunggu kepastian. Alhamdulillah sekarang sudah ada rumah. Terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah Aceh, dan Bupati Aceh Utara,” ujarnya. (SR)
Sumber: Diskominfo Aceh Utara









































