Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Banjir bandang yang meluluhlantakkan hampir seluruh kecamatan di Aceh Utara pada 26 November 2025 telah lama surut. Namun kehancuran yang ditinggalkannya justru kian telanjang: infrastruktur publik remuk, ekonomi rakyat juga runtuh.

Jembatan ambruk, jalan terputus, sekolah dan fasilitas kesehatan rusak, saluran irigasi lenyap, rumah ibadah porak-poranda. Aceh Utara nyaris lumpuh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

 

 

 

 

Di balik daftar kerusakan itu, ribuan warga kehilangan rumah, sawah, tambak, kebun, ternak—seluruh sumber penghidupan yang selama ini menopang ekonomi keluarga.

Banjir bandang tidak hanya menghancurkan harta benda, tetapi memutus denyut ekonomi masyarakat. Dalam sekejap, rakyat kecil dipaksa menanggung beban krisis tanpa kepastian pemulihan.

Kondisi mengkhawatirkan juga terjadi di Kecamatan Geureudong Pase. Wilayah agraris yang menggantungkan hidup dari persawahan kini berada di titik nadir. Saluran irigasi Leubok Guha—satu-satunya sumber air untuk mengairi sawah warga—hancur total diterjang banjir.

Baca Juga :  Praktik Upah Murah Disorot, Wali Kota Lhokseumawe Beri Tenggat RS dan Klinik

Pantauan media, Sabtu (31/1/2026), menunjukkan hampir satu kilometer saluran irigasi yang mengaliri empat desa rusak parah dan tertimbun lumpur.

Aliran air terputus, Sawah tak bisa digarap, Petani terpaksa menghentikan aktivitas tanam tanpa tahu kapan bisa kembali ke ladang.

“Irigasi ini satu-satunya sumber air untuk persawahan Geureudong Pase. Kalau tidak segera diperbaiki, ekonomi masyarakat akan kolaps,” kata Muksin, Ketua Forum Geusyik Geureudong Pase. “Sawah adalah sumber hidup warga. Tanpa irigasi, kami kehilangan segalanya.”

Muksin menegaskan, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Pengairan, untuk menangani kerusakan tersebut. “Kami butuh tindakan, bukan janji,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Di Aceh Utara Bantu Petani Bajak Sawah

Abdisyah, tokoh masyarakat setempat, menyebut kondisi ini sebagai pukulan telak berlapis bagi petani pascabencana. “Masyarakat sudah terpuruk akibat banjir. Sekarang sawah tak bisa digarap karena irigasi hancur. Ini penderitaan yang berlipat,” katanya.

Menurut Abdisyah, pembiaran terhadap kerusakan irigasi sama artinya dengan membiarkan petani jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan. “Ini bukan sekadar kerusakan teknis, ini soal keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil,” pungkasnya.

Hancurnya infrastruktur akibat banjir bandang kini menjadi ujian serius bagi pemerintah daerah. Bukan lagi soal pendataan kerusakan atau penyusunan laporan, melainkan soal keberanian mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan ekonomi rakyat.

Di Geureudong Pase, air banjir telah pergi. Tapi sawah tetap kering, irigasi mati, dan petani menunggu: apakah pemerintah akan hadir, atau kembali absen saat rakyatnya paling membutuhkan. [SR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:57 WIB

‎Dandim 1607/Sumbawa Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Sumbawa

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:31 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:27 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:03 WIB

Cegah Gangguan Keamanan dan Provokasi Digital, Koramil 1607-06/Lape Lopok Aktif Sambangi Warga Malam Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:05 WIB

Komsos Humanis Babinsa Balebrang, Perkuat Persatuan dan Ketahanan Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:37 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:31 WIB

‎Dukung Program MBG, Koramil Utan Hadiri Launching SPPG di Kecamatan Utan

Berita Terbaru