Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blitar Ditunda, Diduga Dipicu Konflik Internal

KORWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:12 WIB

50326 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Jawa Timur – Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar yang dijadwalkan pada Jumat, 8 Agustus 2025, batal terlaksana karena tidak memenuhi kuorum. Dari 50 anggota dewan, hanya 13 yang hadir.

Agenda sidang tersebut seharusnya membahas Penyampaian Bupati mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk tahun 2025.

Penundaan ini diduga kuat akibat konflik internal politik yang mencuat. Para anggota DPRD dilaporkan melakukan aksi boikot sebagai bentuk protes atas penolakan eksekutif untuk mengalokasikan Pokok-Pokok Pikiran (POKIR). POKIR merupakan aspirasi yang diusulkan oleh anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing dan dianggap sebagai janji politik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRD: Rapat Ditunda, Tunggu Keputusan Banmus

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menjelaskan bahwa semua anggota telah menerima undangan resmi untuk hadir pada pukul 09.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.00 WIB, banyak kursi yang masih kosong.

Baca Juga :  Tetap Masuk Kantor, Kepala Dinas di Tulungagung Dilarang Lakukan WFH

“Berdasarkan tata tertib DPRD, rapat paripurna ditunda hingga ada keputusan dari Badan Musyawarah (Banmus),” ujar Supriadi.

“Sesuai peraturan tata tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Blitar, karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum, maka rapat paripurna ditunda menunggu keputusan dari Banmus keluar,” tambahnya.

Isu ‘Matahari Kembar’ di Eksekutif dan Hubungan yang Merenggang

Aksi boikot ini semakin memanaskan situasi politik di Blitar. Muncul dugaan bahwa Bupati Blitar, Rijanto, kerap dikendalikan oleh wakilnya. Kondisi ini memunculkan kesan adanya ‘matahari kembar’ di lingkungan eksekutif, di mana kepemimpinan tidak berjalan satu komando.

Baca Juga :  Na'as, Truk TrailerTerguling Di Jalan Raya Kanigoro.

Hubungan politik antara Bupati dan partai pengusungnya, PDI Perjuangan, dikabarkan semakin merenggang. Akibatnya, koordinasi antara eksekutif dan legislatif menjadi semakin buruk.

Kritikan Tajam dari Kebijakan Publik
Pengamat kebijakan publik, Setya Nugroho, menilai bahwa keruwetan ini menunjukkan kegagalan Bupati dan Wakil Bupati dalam menjaga stabilitas politik serta mengarahkan kebijakan daerah.

“Kalau pemimpinnya saling tarik urat dan tidak satu komando, jangan harap pembangunan berjalan. Sampai sekarang, Pemkab Blitar belum menjalankan program yang benar-benar menyentuh rakyat,” kata Setya.

Setya juga mengkritik kepemimpinan Rijanto yang dinilai selalu tunduk pada manuver politik internal eksekutif. “Bupati harus berani mengambil keputusan sendiri, bukan mengikuti bayang-bayang wakilnya.

Jika pimpinan eksekutif saling sikut, dan anggota dewan pengusung ikut menjegal, rakyatlah yang menjadi korban,” pungkasnya. [MUJANI]

Berita Terkait

Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh
Anggota DPRD Tulungagung Sutomo Mengundurkan Diri, Proses PAW Menuju Penggantian oleh Peraih Suara Terbanyak Kedua
Segenap keluarga besar Media Oposisi News 86 Provinsi Jawa Timur serta seluruh mitra kerja mengucapkan:
Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 
Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.
Akibat Sarpras Dan Supplier 18 SPPG di Tulungagung Dihentikan Operasi, BGN Ungkap Permasalahan.
PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru