Diduga Tidak Netral, BEM Nusantara Memohon Kepada Presiden RI/Mendagri RI Segera Copot PJ. Gubernur Riau Dari Jabatannya.

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:28 WIB

50369 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Kabiro Oposisi-News86 Meranti, Yudi Yustira.

Pekanbaru – Dinilai Tidak Netral, BEM Nusantara Riau Memohon kepada Presiden Republik Indonesia atau Mendagri RI agar segera mencopot Pj. Gubernur Riau SF Haryanto

Permintaan ini di latar belakangi oleh dugaan ketidak netralan yang Mana Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama di tanda tangani Oleh 5 menteri Pada Tanggal 22 September 2022 Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di Tunjuk Sebagai PJ Gubernur atau Walikota Di Seluruh Indonesia Untuk tetap Netral Dalam Menjalankan Amanah sebagai Penjabat (PJ) Gubernur Riau.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk Tidak ikut Cawe-cawe Politik untuk Menyambut Pilkada Serentak 2024 jika ada ada kedapatan PJ di suatu Daerah Terindikasi tidak Netral Maka akan mendapatkan Sanksi disiplin atau di Copot Dari jabatannya,” Jelasnya.

Maka dari itu, kami mendesak Presiden RI/Mendagri RI untuk segera mencopot SF Haryanto selaku PJ. Gubernur Riau, yang terekam dalam foto kontroversial bersama bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Riau, Abdul Wahid dan Firdaus.

Foto tersebut menunjukkan, SF Haryanto berjabat tangan dengan kedua calon, yang kemudian memicu spekulasi di kalangan masyarakat mengenai netralitas sang pejabat.

Baca Juga :  Kapolres Meranti Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2024.

Sebagai seorang pejabat publik dan Aparatur Sipil Negara (ASN), SF Haryanto seharusnya menjaga sikap netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada mendatang.

Seharusnya, sebagai pejabat publik sekaligus ASN, Bapak PJ. Gubernur Riau menghindari berfoto dengan Pose yang seakan-akan mendukung salah satu bakal calon di Pilkada mendatang.

“Tindakan semacam ini justru menimbulkan kecurigaan masyarakat mengenai ketidak netralan beliau,” Jelas Nanang, KORDA BEM NUS Riau.

Lanjutnya, BEM Nusantara Riau juga menyoroti banyaknya spanduk dan baliho yang menampilkan calon-calon Gubernur di berbagai tempat, menjelang Pilkada. Dalam situasi seperti ini, ASN diharapkan untuk tidak menunjukkan dan mempublikasikan pilihannya secara terbuka.

“Sikap seperti ini sangat tidak netral dan bertentangan dengan prinsip-prinsip ASN yang seharusnya tidak memihak,” Tegasnya lagi.

Selain itu katanya lagi, BEM Nusantara Riau menilai, tindakan yang dilakukan oleh SF Haryanto dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas pejabat publik dan ASN.

Sebagai ASN, beliau seharusnya mematuhi aturan dan etika yang mengharuskan netralitas dalam setiap pemilihan umum. Jika tidak, ini dapat berdampak negatif pada proses demokrasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ KE-XVII Tingkat Desa Tenan Tahun 2024

Untuk menghindari perpecahan yang lebih besar di masyarakat serta menjaga aturan dan etika yang berlaku bagi ASN dan pejabat publik, kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencopot PJ Gubernur Provinsi Riau. Ketidaknetralan yang ditunjukkan secara terang-terangan oleh beliau sangat tidak sesuai dengan etika pejabat publik dan ASN.

BEM Nusantara Riau berharap, tindakan tegas dari Presiden Republik Indonesia akan memberikan efek jera bagi pejabat lain yang mungkin berniat melakukan hal serupa.

Kita juga yakin, bahwa Presiden Republik Indonesia dan Mendagri RI akan mengambil langkah yang Kongkrit dan tepat demi menjaga integritas dan netralitas pejabat publik serta ASN di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.

Desakkan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa proses Pilkada di Riau berjalan dengan jujur, adil, dan transparan.

“Untuk itu, BEM Nusantara Riau berkomitmen untuk terus memantau jalannya Pilkada serta memberikan kritik dan saran konstruktif demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berintegritas di Provinsi Riau,” Pungkasnya.[]

Berita Terkait

Dugaan Perizinan dan Asal Kayu Galangan Kapal di Serapung Disorot, Warga Desak Transparansi
Dugaan Pemukulan Anak Yatim di Areal Perkebunan Pelalawan Disorot, Seruan Hentikan Praktik “Hukum Rimba” Menguat
Humas PT Essa Indah Timber Bantah Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi, Tokoh Masyarakat Siap Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi di Area Kerja PT Essa Indah Timber Disorot, Aparat Diminta Usut Tuntas dan Buka Dokumen Perizinan
Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja Mencuat di PT Indosawit, Desakan Pengawasan Menguat
Pukul 14.00 WIB Kantor Desa Sari Makmur Masih Terkunci, Warga Pertanyakan Disiplin Pelayanan Publik
GRIB Jaya Indonesia Rayakan HUT ke-15 dengan Penanaman 10.000 Pohon Mangrove dan Bakti Sosial di Kepulauan Meranti
STOP PERSS WARTAWAN MEDIA OPOSISI NEWS 86.COM

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru