Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi di Area Kerja PT Essa Indah Timber Disorot, Aparat Diminta Usut Tuntas dan Buka Dokumen Perizinan

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:26 WIB

50222 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuala Kampar, Riau|Oposisi News 86 — Dugaan penebangan sejumlah pohon bernilai ekologis di area kerja PT Essa Indah Timber di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, memantik sorotan warga.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya aktivitas penebangan terhadap beberapa jenis pohon seperti kempas, pulai, meranti, dan ramin.

Dugaan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang mendesak aparat penegak hukum dan instansi kehutanan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan itu bermula dari keterangan seorang warga Serapung berinisial Li (55), yang mengaku melihat adanya aktivitas penebangan di kawasan yang disebut sebagai area kerja perusahaan.

Kepada wartawan, ia menunjukkan dokumentasi berupa foto yang menurut pengakuannya memperlihatkan aktivitas penebangan pohon di lokasi tersebut.

Namun demikian, hingga berita ini disusun, keaslian dokumentasi tersebut maupun status hukum pohon-pohon yang ditebang masih memerlukan verifikasi oleh pihak berwenang.

Li menyatakan masyarakat tidak menolak investasi maupun kegiatan usaha yang berjalan sesuai aturan. Yang dipersoalkan, kata dia, adalah apabila benar terdapat penebangan terhadap jenis pohon yang memiliki nilai konservasi atau dilakukan tanpa prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dijawab melalui pemeriksaan yang objektif, transparan, dan berbasis bukti, bukan sekadar bantahan atau asumsi.

Selain menyoroti dugaan penebangan, warga juga meminta aparat menelusuri legalitas lahan yang menjadi lokasi kegiatan. Mereka mengaku mendengar adanya persoalan administrasi yang diduga berkaitan dengan status tanah maupun potensi tumpang tindih perizinan.

Baca Juga :  Plt. Bupati Asmar Hadiri Lancang Kuning Carnival 2024.

Klaim tersebut juga masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen resmi oleh instansi yang berwenang.
Li mengaku akan melaporkan dugaan tersebut secara resmi kepada Polres Pelalawan dengan didampingi timnya.

Ia berharap laporan itu menjadi dasar bagi aparat kepolisian bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau untuk melakukan pemeriksaan lapangan, memeriksa dokumen perizinan, serta meminta keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan dengan aktivitas di lokasi.

Dalam perspektif hukum, dugaan penebangan pohon di kawasan hutan tidak dapat dipandang sebagai persoalan sederhana.

Apabila kegiatan dilakukan di kawasan hutan tanpa izin atau melanggar ketentuan kehutanan, terdapat mekanisme hukum yang mengatur sanksi pidana maupun administratif.

Namun, penerapan sanksi tersebut hanya dapat dilakukan apabila hasil penyelidikan dan penyidikan membuktikan adanya unsur pelanggaran. Karena itu, setiap dugaan tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Saat dikonfirmasi pada Selasa, 14 Juli 2026, di sekitar lokasi jetty perusahaan, Humas PT Essa Indah Timber, Albert, memberikan tanggapan singkat.

Ia mengatakan pihak perusahaan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan apakah aktivitas penebangan yang dimaksud benar berada di dalam areal konsesi perusahaan.

Pernyataan tersebut menjadi respons awal perusahaan atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Jawaban normatif tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan.

Baca Juga :  Hasil Sitaan Minyak Subsidi Polres Kampar Masih Tanda Tanya. Begini Penjelasan Kasatreskrim AKP. Elvin Septian.

Jika perusahaan memiliki sistem pengawasan operasional yang berjalan baik, publik tentu berharap kepastian mengenai aktivitas yang berlangsung di dalam wilayah kerjanya dapat dijelaskan secara terbuka.

Transparansi menjadi penting agar tidak muncul spekulasi yang berpotensi memperkeruh keadaan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha.

Persoalan ini juga menyentuh kepentingan publik yang lebih luas. Kawasan hutan bukan hanya sumber bahan baku industri, melainkan penyangga kehidupan masyarakat, habitat satwa liar, penyimpan cadangan air, serta benteng alami terhadap perubahan iklim.

Setiap dugaan pelanggaran yang berpotensi merusak fungsi ekologis kawasan hutan semestinya menjadi perhatian serius negara, bukan hanya ketika kasus telah menjadi polemik.

Karena itu, aparat penegak hukum bersama instansi kehutanan dituntut bergerak cepat melakukan verifikasi faktual di lapangan. Pemeriksaan terhadap titik koordinat lokasi, jenis pohon yang ditebang, legalitas kegiatan, dokumen perizinan, hingga status kawasan perlu dilakukan secara profesional dan terbuka.

Langkah tersebut akan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan tidak ditemukan pelanggaran, maka penjelasan resmi kepada publik menjadi bagian penting untuk mengakhiri polemik.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan kehutanan maupun perizinan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.

Kepastian hukum merupakan syarat utama agar pengelolaan sumber daya alam berjalan adil, berkelanjutan, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat maupun kelestarian lingkungan. [Sajirun, S]

Berita Terkait

Solar Subsidi Jadi Rebutan, Dua Truk Kuning di SPBU Dundangan Disorot Tim Investigasi
Jalan Rusak 20 Tahun di Desa Topang, Ke Mana Arah Pembangunan? Desakan Audit Dana Desa Menguat
Dugaan Perizinan dan Asal Kayu Galangan Kapal di Serapung Disorot, Warga Desak Transparansi
Dugaan Pemukulan Anak Yatim di Areal Perkebunan Pelalawan Disorot, Seruan Hentikan Praktik “Hukum Rimba” Menguat
Humas PT Essa Indah Timber Bantah Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi, Tokoh Masyarakat Siap Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja Mencuat di PT Indosawit, Desakan Pengawasan Menguat
Pukul 14.00 WIB Kantor Desa Sari Makmur Masih Terkunci, Warga Pertanyakan Disiplin Pelayanan Publik
GRIB Jaya Indonesia Rayakan HUT ke-15 dengan Penanaman 10.000 Pohon Mangrove dan Bakti Sosial di Kepulauan Meranti

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu

Senin, 2 Nov 2026 - 09:32 WIB