Ekskavator KKP Untuk Aceh Utara Tiba, Publik Tagih Hasil

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:35 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 — Setelah berbulan-bulan menunggu percepatan rehabilitasi kawasan pesisir pascabencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akhirnya menerima satu unit ekskavator tipe PC 135F dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (6/8/2026).

Bantuan itu merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sektor kelautan dan perikanan, sekaligus bagian dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikawal pemerintah pusat bersama Satgas PRR. Kehadiran alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat normalisasi tambak yang hingga kini masih tertutup sedimen akibat bencana.

Prosesi penyerahan dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI H. T.A. Khalid, jajaran KKP, Satgas PRR, Pemerintah Aceh, serta kepala daerah dan kepala dinas kelautan-perikanan dari sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diwakili Wakil Bupati Tarmizi (Panyang), sementara Bupati Ismail A. Jalil mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Wakil Bupati Tarmizi menegaskan ekskavator itu tidak akan digunakan untuk pekerjaan umum lainnya, melainkan diprioritaskan membuka kembali tambak masyarakat di kawasan pesisir yang selama ini kehilangan produktivitas.

“Alat ini kami fokuskan untuk membersihkan tambak yang tertimbun lumpur agar masyarakat dapat kembali berusaha. Penggunaannya harus sesuai kebutuhan dan tidak keluar dari tujuan awal,” katanya.

Di hadapan para peserta, T.A. Khalid menjelaskan bahwa lambatnya realisasi program bukan semata karena minimnya perhatian pemerintah, melainkan akibat bencana yang terjadi menjelang penutupan tahun anggaran sehingga proses penanganan harus diawali melalui refocusing sebelum memperoleh alokasi baru.

Menurutnya, DPR RI telah mengawal persetujuan anggaran rehabilitasi senilai Rp2,5 triliun untuk sektor pertanian dan Rp1,5 triliun bagi sektor perikanan melalui KKP. Tantangan berikutnya bukan lagi pada ketersediaan anggaran, melainkan kecepatan pelaksanaan dan ketepatan sasaran.

Baca Juga :  Alamak Gawaaat,!!!. Begini Rupanya Gaji Penjaga Tower Telkomsel Di Indonesia, Jauh Dibawah UMP Kok Bisa, Perlu Dipertanyakan,???.

Bagi masyarakat pesisir Aceh Utara, ukuran keberhasilan tidak ditentukan oleh jumlah pejabat yang hadir ataupun nilai anggaran yang diumumkan. Yang mereka tunggu adalah alat berat benar-benar bekerja di lapangan, saluran tambak kembali terbuka, lahan budidaya kembali produktif, dan roda ekonomi yang sempat lumpuh dapat bergerak lagi.

Karena itu, bantuan ini harus dipandang sebagai awal dari pekerjaan besar, bukan garis akhir. Tanpa pengawasan yang ketat, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan yang konsisten, ekskavator hanya akan menjadi aset pemerintah. Sebaliknya, jika dimanfaatkan secara efektif, alat tersebut dapat menjadi titik balik pemulihan ekonomi masyarakat pesisir Aceh Utara. (SR)

Berita Terkait

Wapres Gibran Tiba di Aceh, Publik Menanti Bukti Percepatan Pemulihan Pascabanjir
Gotong Royong Jadi Wajah Persiapan HUT RI di Gayo Lues, Pemkab Ajak Masyarakat Rawat Lingkungan Lewat Aksi Nyata
Aceh Utara Pertahankan WTP ke-11, Pengakuan BPK Kini Ditagih Lewat Kinerja
Transparansi Dana Desa Menguat, Polemik Antarsesama Wartawan Jangan Sampai Mengaburkan Kepentingan Publik
Pengakuan PJ Kepala Kampong Soal Rabat Beton Tanpa Besi Tulangan Memantik Pertanyaan, Akses ke Konsultan Justru Ditutup
Jejak Ganja dari Pegunungan Gayo Lues Mulai Terbuka, Polisi Diminta Bongkar Aktor Besar di Balik Peredarannya
Pemkab Aceh Utara dan Pelindo Bidik Lompatan Ekonomi Lewat Krueng Geukueh
Ekonomi Tak Boleh Halangi Pendidikan, Anggota DPR RI Nasir Djamil Salurkan Bantuan PIP di Bireuen

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Pria Berstatus PNS Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Mukhlis Siap Bertarung di Pilkades Prode Sp1 2026, Usung Agenda Perubahan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Kasat Pol PP Angkat Bicara! Dugaan Prostitusi di Hotel Cirebon Jadi Sorotan, Satpol PP Siap Turun Lapangan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Hotel Cirebon Disorot! Dugaan Prostitusi Terendus, Aktivis Mengaku Menyamar dan Temukan Fakta Mengejutkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:31 WIB

Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online Berkedok Penginapan, Hotel Cirebon di Sumbawa Disorot Warga, Aparat dan Pemda Didesak Bertindak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Gerak Cepat Polsek Lape! Terduga Pelaku Penganiayaan Petugas Pengairan Langsung Diamankan, Kapolsek; “Tak Ada Yang Kebal Hukum”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Direktur RSUD Sumbawa Tak Hadir dalam Hearing, Aliansi LSM; “Hadir atau Kami Turun Aksi”!

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Banggakan NTB, Tim Polda NTB Rebut Juara III Bulutangkis Kapolri Cup 2026

Berita Terbaru