Sumbawa Besar, oposisinews86.com, (7 Mei 2026),– Kinerja keuangan RSUD Sumbawa menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Peningkatan pendapatan yang mencapai miliaran rupiah dinilai menjadi sinyal kuat bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut terus membaik.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, mengungkapkan bahwa pendapatan rumah sakit mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari upaya pembenahan pelayanan dan tata kelola yang terus dilakukan manajemen rumah sakit.
“Alhamdulillah ada peningkatan pendapatan sekitar Rp6 miliar dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan masyarakat mulai kembali percaya dan memanfaatkan layanan di RSUD Sumbawa,” ujar dr. Mega Harta saat ditemui, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, baik dari sisi medis maupun administrasi. Bahkan, pada triwulan pertama tahun 2026, realisasi pendapatan disebut sudah melampaui target awal yang ditetapkan pihak manajemen.
Dengan capaian tersebut, RSUD Sumbawa optimistis mampu mempertahankan tren positif hingga akhir tahun. Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan realisasi pendapatan minimal mencapai 80 persen dari total capaian tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi pendapatan, RSUD Sumbawa juga mendapat penilaian positif dari kalangan penyedia obat dan alat kesehatan. Rumah sakit tersebut disebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan proses pembayaran tercepat kepada rekanan farmasi.
“Dari informasi yang kami terima, pihak pengusaha farmasi menilai RSUD Sumbawa cukup baik dan termasuk cepat dalam proses pembayaran. Ini tentu berdampak positif terhadap hubungan kerja sama dan kelancaran penyediaan obat-obatan,” jelasnya.
Di tengah upaya peningkatan pelayanan, manajemen rumah sakit juga terus melakukan langkah efisiensi di berbagai sektor untuk menjaga stabilitas keuangan rumah sakit daerah tersebut.
Saat ini, tingkat cost recovery rate (CRR) RSUD Sumbawa berada di kisaran 80 persen. Angka tersebut menggambarkan kemampuan rumah sakit dalam menutupi biaya operasional dari pendapatan yang diperoleh.
“Kalau CRR berada di angka 80 persen, berarti dari total biaya operasional yang dikeluarkan, sebagian besar sudah bisa tertutupi. Target ke depan tentu bagaimana rumah sakit bisa semakin mandiri,” terangnya.
dr. Mega Harta berharap dukungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Sumbawa terus meningkat. Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, keberadaan rumah sakit daerah juga diharapkan mampu menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa.
“Semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan di RSUD Sumbawa, maka peluang rumah sakit untuk berkembang dan mandiri juga semakin besar,” pungkasnya. (Af)









































