Aksi Damai May Day di Sumbawa, Aliansi Mahasiswa Suarakan Isu Strategis Nasional dan Lokal

REDAKSI NTB

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:52 WIB

50385 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, oposisinews86.com, (2 Mei 2026),— Gelombang perlawanan mahasiswa meletup di jantung kota Sumbawa Besar pada peringatan Hari Buruh Internasional, Ju’mat (1/5/2026). Aliansi Mahasiswa Sumbawa Melawan turun ke jalan, menggelar mimbar bebas dengan nada keras dan penuh tekanan di depan Kantor Bupati Sumbawa. Aksi ini tak sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi panggung terbuka untuk “menguliti” berbagai persoalan krusial—dari nasib buruh hingga dugaan praktik ilegal di daerah.

Aliansi yang terdiri dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) , Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) , dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (KMD), menegaskan bahwa kondisi buruh saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Mereka menyoroti jurang ketimpangan yang semakin lebar, terutama antara pekerja formal dan informal. Sistem kerja kontrak dan outsourcing disebut sebagai “jebakan modern” yang membuat buruh terus berada dalam ketidakpastian, sementara ancaman PHK menghantui di tengah gejolak ekonomi global.

Tak berhenti di isu ketenagakerjaan, massa juga menyerang arah kebijakan pendidikan nasional. Mereka menilai pendidikan kian terjebak dalam arus komersialisasi, menjauh dari hak dasar rakyat. Kebijakan seperti Undang-Undang Perguruan Tinggi dan rencana revisi RUU Sisdiknas dinilai semakin memperkuat dominasi pasar dalam dunia pendidikan. Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa kampus tidak boleh dijadikan pabrik tenaga kerja semata, melainkan ruang pembebasan intelektual yang berpihak pada rakyat.

Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi demokrasi yang dianggap kian mundur. Aliansi menyebut meningkatnya tindakan represif terhadap gerakan rakyat sebagai alarm bahaya bagi kebebasan sipil. Mereka menilai kebijakan yang lahir hari ini tidak lagi berpijak pada aspirasi publik, melainkan kepentingan elit semata.

Di level lokal, tensi aksi memuncak saat Ketua SMI Cabang Sumbawa, Sirajuddin yang akrab disapa Bul, membongkar dugaan penimbunan BBM subsidi jenis biosolar di wilayah Brang Biji (kebayan).

Mereka mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus yang sempat viral tersebut. Bul menilai ada kejanggalan dalam proses penindakan, termasuk belum diamankannya alat-alat yang diduga digunakan.

“Kalau serius ditangani, kenapa barang bukti masih bebas dan mereka masih bebas melakukan penimbunan solar? Ini menimbulkan kecurigaan publik di tengah situasi gejolak ekonomi politik ini akibat dampak perang dari beberapa negara, masyarakat sumbawa saat ini mengalami kerisis BBM jenis biosolar subsidi yang sangat sulit di dapat di SPBU di wilayah kabupaten Sumbawa, “teriak Bul saat orasi.

Baca Juga :  Koramil 1607-07/Lunyuk Tingkatkan Patroli Demi Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif

Tak hanya itu, mahasiswa juga mengungkap dugaan masalah pada penggunaan alat pengukur kadar air di sejumlah gudang jagung di Sumbawa. Mereka menilai aspek perizinan dan pengawasan masih abu-abu, membuka celah penyalahgunaan. Dampak lingkungan dari aktivitas gudang juga ikut disorot, terutama terkait dugaan pelanggaran AMDAL yang dinilai merugikan masyarakat sekitar.

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi melontarkan tuntutan tegas: pendidikan gratis tanpa syarat, upah layak bagi buruh, reforma agraria sejati, penghentian represi terhadap gerakan rakyat, hingga nasionalisasi aset vital di bawah kontrol rakyat. Mereka menegaskan bahwa perubahan tidak akan lahir dari diam, melainkan dari tekanan kolektif yang konsisten.

Aksi ini ditutup dengan peringatan keras: perlawanan belum selesai. Aliansi Mahasiswa Sumbawa Melawan memastikan akan kembali turun dengan aksi lanjutan dalam waktu dekat. “Ini bukan penutup, ini pembuka. Jika tuntutan diabaikan, jalanan akan kembali penuh,” tegas mereka, meninggalkan pesan bahwa bara perlawanan masih menyala di Pulau Sumbawa. (Af)

Berita Terkait

‎Langkah Ceria Persit KCK Cabang XXVI, Semarakkan Perayaan Kemerdekaan RI
‎Dari Langkah Bersama Tumbuh Semangat Kebangsaan, Kodim 1607/Sumbawa Meriahkan HUT RI ‎
‎Putra Mekah Resmi Beroperasi, Danramil Moyo Hilir Dorong Usaha Lokal Terus Berkembang
Aktivis KSB Desak PLTU Kertasari Bangun Dermaga Khusus Pasca-Insiden Tongkang Batu Bara
Aktivis NTB Marah, Imigrasi Mataram Lindungi Kriminal International
Jaga Sportivitas dan Ketertiban, Babinsa Koramil Alas Kawal Lomba Gerak Jalan SD/MI
‎Kawal Semangat Generasi Muda, Kodim 1607/Sumbawa Dukung Gerak Jalan HUT RI ke-81
Merawat Keteladanan Rasulullah, Kasdim 1607/Sumbawa Ikuti Rapat Persiapan Maulid Nabi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kepala PLN karimun Tegaskan, Tidak Ada  Satupun Ijin Yang Sah,  Pemilik Jaringan  Kabel Optik Yang Berada Di Aset PLN 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:33 WIB

APH di minta periksa perijinan PT.Solnet dan ijin  pemasangan kabelnya.

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Bayar Rp300 Ribu Lebih, WiFi Solnet Dikeluhkan Lelet dan Sulit Tersambung

Senin, 27 Juli 2026 - 14:50 WIB

Lurah Harjosari Larang Peliputan Pertemuan Pengembang dan Warga, Memantik Sorotan atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:08 WIB

Dua THM Terbesar di Karimun Tutup Pascainsiden Tewasnya Seorang Pengunjung, Polisi Didesak Usut Tuntas

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:07 WIB

Bupati Karimun Teruskan Aspirasi Nelayan ke Pemerintah Pusat, Desak Kajian Lingkungan Baru atas Rencana Pengelolaan Sedimentasi Laut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:43 WIB

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum PM di THM Karimun: Nyawa Melayang, Jam Operasional Dipertanyakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:35 WIB

Iskandar Tanjung Laporkan PLN Karimun ke Kejaksaan, Desak Usut Tuntas Dugaan Kelalaian di Balik Blackout Total

Berita Terbaru