Lima Bulan Pascabanjir, Dua Kelas SMAN 3 Putra Bangsa Masih Tanpa Meja-Kursi

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:25 WIB

50321 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara| Oposisi News 86 — Pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir di Aceh Utara belum menunjukkan ketuntasan. Di SMAN 3 Putra Bangsa, Lhoksukon, siswa di dua ruang kelas masih mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai, tanpa dukungan mobiler dasar.

Pantauan Kamis (23/4/2026) memperlihatkan proses belajar berlangsung dalam kondisi minim sarana. Di dua ruangan, siswa terpaksa lesehan selama jam pelajaran. Kontras dengan itu, kelas lain berjalan normal dengan perlengkapan yang tersedia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini mencerminkan belum meratanya penanganan dampak bencana pada sektor pendidikan. Padahal, lima bulan telah berlalu sejak banjir menerjang hampir seluruh Aceh Utara.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Antara Warga dan PT Satya Agung Berlarut, Haji Uma Siap Lakukan Upaya Mediasi

Seorang siswi yang meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti belajar. “Kami tetap mengikuti pelajaran seperti biasa. Harapan kami sederhana, fasilitas segera dipenuhi agar belajar kembali nyaman,” ujarnya.

Kepala SMAN 3 Putra Bangsa, Rika Syufrina, mengakui banjir menyebabkan kerusakan pada meja, kursi, hingga perangkat pendukung pembelajaran. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak langsung pada kenyamanan siswa di kelas.
“Perbaikan sudah kami lakukan sebatas kemampuan yang ada, dan pendataan kerusakan telah disampaikan ke cabang dinas terkait. Saat ini kami menunggu realisasi bantuan,” kata Rika melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Utara Buka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2025

Ia menambahkan, keterbatasan sarana tidak menghentikan aktivitas belajar maupun upaya mendorong siswa tetap berprestasi, pungkasnya.

Namun, kondisi yang berlarut menuntut langkah konkret dari pemangku kebijakan.
Keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar seperti meja dan kursi menjadi sorotan.
Di tengah narasi pemulihan pascabencana, fakta di ruang kelas menunjukkan pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. (SR)

Berita Terkait

Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru