Polsek Syamtalira Bayu Siaga, Pastikan Tradisi MeugangTak Ternoda Gangguan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:01 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Tradisi Meugang kembali menguji kesiapan aparat dan ketahanan tata kelola keramaian di Pasar Syamtalira Bayu, Rabu (18/2/2026).

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, lonjakan pembeli daging terjadi dalam tempo singkat, memadatkan ruang niaga dan memicu potensi kemacetan serta kerawanan.

Polsek Syamtalira Bayu merespons dengan menempatkan personel di titik-titik rawan penumpukan. Pengawasan difokuskan pada akses keluar-masuk pasar, pengaturan kendaraan, serta pencegahan gesekan di area transaksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi krusial mengingat Meugang kerap menghadirkan tekanan tinggi pada infrastruktur pasar yang kapasitasnya terbatas.

Baca Juga :  TMMD Ke 124 Kodim 0103 Aceh Utara Resmi Dibuka Oleh Wakil Bupati Di Desa Pase Sentosa.

Tradisi yang mengakar kuat dalam kultur Aceh ini memang tak sekadar urusan dapur. Ia menjadi simbol kebersamaan sekaligus barometer kemampuan pemerintah dan aparat menjaga stabilitas saat mobilitas warga melonjak drastis. Tanpa pengendalian yang presisi, situasi mudah berubah dari riuh menjadi ricuh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kapolsek Syamtalira Bayu AKP Gunanto, menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi dengan aman dan tertib.
“Kehadiran kami untuk mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin aktivitas berlangsung lancar. Kami tidak ingin ada ruang bagi gangguan sekecil apa pun, warga berhak menjalankan Meugang dengan aman dan bermartabat,” ujar Gunanto.

Baca Juga :  Fachrul Razi: Jaga Aceh Dengan Akidah Ahlusunnah Waljamaah

Hingga siang, kondisi terpantau terkendali tanpa insiden berarti. Namun momentum ini kembali menegaskan perlunya manajemen keramaian yang lebih sistematis setiap kali Meugang tiba—agar perayaan budaya tidak selalu bergantung pada respons situasional, melainkan pada perencanaan yang matang dan berkelanjutan. [SR]

Berita Terkait

Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru