Polsek Syamtalira Bayu Siaga, Pastikan Tradisi MeugangTak Ternoda Gangguan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:01 WIB

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Tradisi Meugang kembali menguji kesiapan aparat dan ketahanan tata kelola keramaian di Pasar Syamtalira Bayu, Rabu (18/2/2026).

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, lonjakan pembeli daging terjadi dalam tempo singkat, memadatkan ruang niaga dan memicu potensi kemacetan serta kerawanan.

Polsek Syamtalira Bayu merespons dengan menempatkan personel di titik-titik rawan penumpukan. Pengawasan difokuskan pada akses keluar-masuk pasar, pengaturan kendaraan, serta pencegahan gesekan di area transaksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi krusial mengingat Meugang kerap menghadirkan tekanan tinggi pada infrastruktur pasar yang kapasitasnya terbatas.

Baca Juga :  Touring Wisata, Dandim Aceh Utara Bersama Rombongan Jelajahi Destinasi Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari

Tradisi yang mengakar kuat dalam kultur Aceh ini memang tak sekadar urusan dapur. Ia menjadi simbol kebersamaan sekaligus barometer kemampuan pemerintah dan aparat menjaga stabilitas saat mobilitas warga melonjak drastis. Tanpa pengendalian yang presisi, situasi mudah berubah dari riuh menjadi ricuh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kapolsek Syamtalira Bayu AKP Gunanto, menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi dengan aman dan tertib.
“Kehadiran kami untuk mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin aktivitas berlangsung lancar. Kami tidak ingin ada ruang bagi gangguan sekecil apa pun, warga berhak menjalankan Meugang dengan aman dan bermartabat,” ujar Gunanto.

Baca Juga :  Tingkatkan Silaturahmi, Babinsa Koramil 27/Grp Hadiri Maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Binaan.

Hingga siang, kondisi terpantau terkendali tanpa insiden berarti. Namun momentum ini kembali menegaskan perlunya manajemen keramaian yang lebih sistematis setiap kali Meugang tiba—agar perayaan budaya tidak selalu bergantung pada respons situasional, melainkan pada perencanaan yang matang dan berkelanjutan. [SR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:47 WIB

‎Melalui Olahraga, Babinsa Dorong Terciptanya Generasi Muda yang Sportif dan Berprestasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:44 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Pangan di Wilayah Binaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gudang Tabung Oksigen RSUD Sumbawa Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp10 Miliar

Senin, 15 Juni 2026 - 14:27 WIB

‎Jaga Kebersihan Destinasi Wisata, Koramil Utan-Rhee Ikut Gotong Royong di Bendungan Beringin Sila

Senin, 15 Juni 2026 - 11:31 WIB

‎Babinsa Dampingi Kunjungan Wakil Bupati Sumbawa ke Lokasi Kebakaran di Lenangguar

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29 WIB

Perkuat Silaturahmi, Koramil 1607-03/Ropang Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:15 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-04/Alas Pererat Kedekatan dengan Warga Sekaligus Jaga Kondusivitas Wilayah

Berita Terbaru