Haji Uma Temui Kapolres Aceh Utara, Desak Pengawasan Mudik hingga Bongkar Penipuan Catut Nama

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:17 WIB

50134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon|Oposisi News 86 — Kunjungan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma), ke Polres Aceh Utara, Rabu (25/3/2026), menyorot serangkaian persoalan yang dinilai tak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa. Dari pengamanan Lebaran hingga maraknya kejahatan bermodus pencatutan nama pejabat, semua dibuka terang dalam pertemuan tertutup itu.

Di hadapan Kapolres AKBP Trie Aprianto dan jajaran, Haji Uma tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menggarisbawahi celah yang masih berpotensi memicu masalah di lapangan. Ia menuntut kesiapan aparat menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik, bukan sebatas prosedur rutin, melainkan langkah antisipatif berbasis kerawanan riil.

Baca Juga :  Kodim 0103/Aceh Utara Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Penerimaan Warga Baru, Dan Pelepasan Personel

Perhatian khusus diarahkan pada praktik penipuan yang menggunakan namanya sebagai alat meyakinkan korban. Kasus ini, menurut dia, bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman terhadap kepercayaan publik. Ia meminta penelusuran serius hingga pelaku diproses hukum, agar pola serupa tidak terus berulang.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu narkotika turut menjadi tekanan dalam diskusi. Haji Uma menilai peredaran barang terlarang di Aceh Utara menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Ia mendorong penindakan yang lebih terukur dan berkelanjutan, sembari menegaskan dukungan terhadap upaya penyelamatan generasi muda yang semakin rentan terpapar.

Baca Juga :  Kodim 0103/Aceh Utara Gelar Tes Kesegaran Jasmani Periodik 1 Tahun 2024

Selain itu, penggunaan dana desa pascabanjir juga disorot. Ia mengingatkan bahwa fase pemulihan sering menjadi titik rawan penyimpangan anggaran. Keterlibatan aparat dalam pengawasan dinilai penting agar bantuan tidak melenceng dari kebutuhan warga terdampak.

Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan tanpa hambatan. Namun substansi yang mengemuka menegaskan satu hal: persoalan di Aceh Utara menuntut respons konkret, bukan sekadar koordinasi seremonial. (SR)

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:12 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:06 WIB

‎Selamatkan Hutan Sumbawa, Dandim 1607 Tekankan Peran Masyarakat dan Aparat

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:52 WIB

‎Koramil 1607-09/Utan Hadir dalam Pembentukan Desa Binaan Imigrasi Kabupaten Sumbawa

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:59 WIB

‎Wujud Kepedulian TNI Terhadap Pendidikan, Babinsa Utan Hadiri Purna Siswa ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:55 WIB

‎Patroli Malam TNI di Lenangguar, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:05 WIB

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Alas Barat Masuki Tahap Penting

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:59 WIB

Danramil 1607-02/Empang Hadiri Penataan Ulang Data Penerima Manfaat MBG di Kecamatan Plampang

Senin, 18 Mei 2026 - 20:13 WIB

Jembatan Gantung Garuda Hadirkan Harapan Baru, Akses dan Kesejahteraan Warga Segera Meningkat

Berita Terbaru