Kapolres Lhokseumawe Turun ke Riseh Tunong, Pulihkan Trauma Pengungsi Banjir

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 22:04 WIB

50191 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe/Oposisi News 86 — Di tengah puing dan alur sungai baru yang membelah bekas permukiman, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan memilih hadir langsung. Senin, 19 Januari 2026, ia mendatangi Posko Pengungsian Gampong Riseh Tunong, lokasi yang kini menampung warga korban banjir bandang.

Banjir yang melanda kawasan itu tak sekadar merusak rumah. Sejumlah bangunan hanyut hingga rata dengan tanah. Endapan kayu dan bebatuan menutup halaman yang dulu menjadi ruang hidup warga. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan—menyimpan trauma yang tak selalu tampak.

Baca Juga :  Senjata Ilegal Beredar, Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Orang, Satu Buron

Di posko pengungsian, Ahzan menggelar kegiatan trauma healing dengan pendekatan sederhana. Anak-anak diajak bermain, bercakap, dan menjawab pertanyaan ringan seputar kebangsaan. Beberapa diminta mengulang kembali pemahaman dasar tentang Undang-Undang Dasar 1945. Hadiah kecil disiapkan bagi yang berani menjawab. Tawa anak-anak sesekali memecah suasana muram pengungsian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin anak-anak kembali merasa aman dan berani tersenyum,” kata Ahzan di sela kegiatan.

Tak hanya menyasar pemulihan psikologis, Kapolres juga membawa tim medis untuk memberikan layanan pengobatan gratis. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap anak-anak, lansia, serta warga yang mengalami keluhan pascabanjir—mulai dari infeksi kulit hingga gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Digelar, Polisi Uji Disiplin Jalan Raya Jelang Ramadhan

Menurut Ahzan, kehadiran Polri di lokasi bencana tak boleh berhenti pada pengamanan. “Negara harus hadir secara nyata. Bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga menjaga kesehatan dan kondisi mental warga,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian kapan warga bisa kembali ke rumah—atau membangun rumah baru—kunjungan itu setidaknya memberi jeda dari trauma. Sebuah upaya kecil untuk menyalakan kembali optimisme di tengah lumpur dan reruntuhan. [SR]

Berita Terkait

Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru