Lhokseumawe| Oposisi News 86 — Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin mengumpulkan insan pers dalam forum “Ngopi Bareng” di Makodim, Senin (27/4/2026).

Agenda ini bukan sekadar temu santai, melainkan upaya merapikan jalur komunikasi publik di tengah dorongan transparansi kerja-kerja teritorial.
Jamal Dani menempatkan pers sebagai pengimbang sekaligus penguat akuntabilitas. Ia menekankan, keterbukaan informasi bukan pilihan, tetapi prasyarat agar publik dapat menilai capaian maupun kekurangan program di lapangan.
Sejumlah pekerjaan utama dipaparkan, termasuk pembangunan Jembatan Bailey yang ditargetkan memperlancar konektivitas, penguatan 143 Koperasi Merah Putih sebagai penopang ekonomi lokal, serta percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir. Ribuan hektare sawah yang sempat lumpuh kini menjadi fokus pemulihan demi menjaga produksi pangan warga.
Pertemuan ini juga menjadi ruang tukar data antara TNI dan jurnalis, bukan sekadar penyampaian sepihak. Dandim menegaskan, pemberitaan yang presisi dan berimbang dibutuhkan agar setiap program tidak berhenti pada klaim, tetapi terukur dampaknya bagi masyarakat dan stabilitas wilayah. (SR)









































