PDAM Karimun Terganjal Modal, Ribuan KK Gagal Nikmati Air Bersih!

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 20:42 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karimun, atau yang kini dikenal sebagai Perumda Tirta Mulia Karimun, tengah menghadapi dilema ironis. Meski memiliki kapasitas produksi air bersih yang mumpuni, mencapai 1.000 hingga 1.500 KK, ribuan kepala keluarga di Karimun harus gigit jari karena belum terlayani. Bukan karena ketiadaan air, melainkan karena minimnya modal untuk membangun jaringan pipa distribusi.

Kepala PDAM Karimun, Heri, mengakui bahwa banyak perumahan di wilayahnya masih mengandalkan sumber air mandiri. “Padahal, kapasitas pelayanan sambungan air minum milik PDAM masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar 1.000 KK lebih,” ungkap Heri pada Rabu (18/06/24). Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan pipa baru membutuhkan investasi besar, namun sayangnya, usulan penambahan modal yang diajukan setiap tahun ke Pemda Karimun belum juga dikabulkan.

Baca Juga :  Plt. Bupati Karimun Lantik Djunaidy Sebagai Pj. Sekda

Laba Melimpah, Jaringan Pipa Tertatih?
Ironisnya, di tengah keluhan kekurangan modal, laporan keuangan PDAM Karimun menunjukkan hasil yang cukup impresif. Pada tahun 2023, Perumda Tirta Mulia Karimun berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 12.055.258.756 dengan laba usaha mencapai Rp 2.385.253.640.
Namun, yang menjadi sorotan adalah besarnya beban pengeluaran yang mencapai Rp 9.670.006.116. Angka ini didominasi oleh beban pegawai yang fantastis, mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Sementara itu, beban-beban lain seperti pemeliharaan sumber air juga menyedot dana yang tidak sedikit, yaitu Rp 2.295.491.378.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heri menegaskan bahwa laporan keuangan ini sudah “bagus dan bisa dipertanggungjawabkan” serta telah diaudit oleh konsultan publik. Namun, publik bertanya-tanya, dengan laba yang cukup signifikan dan pengeluaran yang besar, mengapa alokasi untuk pengembangan jaringan pipa yang sangat vital justru terhambat?.

Baca Juga :  Melalui Musda Ke VIII LPTQ 2024 Kabupaten Karimun, Dapat Tingkatkan Generasi Qur’an Yang Handal

Desakan Transparansi: APH Diminta Turun Tangan.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kapasitas air tersedia, laba dihasilkan, namun akses air bersih justru terganjal infrastruktur. Masyarakat berharap ada penjelasan lebih transparan mengenai prioritas anggaran PDAM.

Besarnya pengeluaran PDAM Karimun pada tahun 2023 memicu desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Polres Karimun dan Kejaksaan Negeri Karimun, memberikan atensi serius. Hal ini diharapkan dapat menjawab berbagai asumsi yang berkembang di tengah masyarakat dan memastikan bahwa setiap rupiah dana publik digunakan secara efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat Karimun. [Tim – Bersambung]

Berita Terkait

Lelah
Gempar Akan  Hadir Di  Kabupaten Karimun
Gempar Akan Hadir di Kabupaten Karimun
Pemberian Dana Hibah Ke Intansi Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Pemberian Dana Hibah Ke Intan Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Banyak Pihak Nunggu Hasil Razia Gabungan Di Toko Mawar 66
Tim gabungan (Balai Pom, Karantina, Disperindag, Bea Cukai, Anggota Polres,) Rajia Toko Mawar 66
Selamat siang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru