Jakarta — Menjelang peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) yang akan berlangsung pada 9 Februari 2026, insan pers dari berbagai platform media nasional menggelar kegiatan olahraga bersama sebagai simbol penguatan solidaritas dan kolaborasi.
Kegiatan bertajuk kick-off kolaborasi media massa menuju Piala Dunia 2026 tersebut berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026) sore.
Agenda ini diisi dengan pertandingan persahabatan sepak bola yang melibatkan wartawan dari berbagai latar belakang media.
Suasana akrab dan penuh kehangatan mewarnai jalannya pertandingan, mencerminkan semangat kebersamaan yang ingin dibangun di tengah dinamika dunia jurnalistik yang semakin kompleks.
Partisipasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian semangat menyambut HPN 2026, sekaligus momentum memperkuat jejaring komunikasi dan kerja sama antar insan pers.
Olahraga dipilih sebagai medium pemersatu karena dinilai mampu menumbuhkan nilai sportivitas, saling menghormati, serta rasa kolektif sebagai sesama pekerja informasi.
Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menilai kegiatan tersebut sebagai ruang penting untuk membangun suasana positif di kalangan wartawan.
Menurut dia, kebersamaan di luar ruang redaksi menjadi fondasi yang baik untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menambahkan, Piala Dunia 2026 sebagai peristiwa global tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga momentum strategis bagi pers untuk menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas media menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.
Dalam konteks menjelang HPN, kegiatan ini juga dipandang relevan dengan semangat pers nasional yang profesional, solid, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simbolik, melainkan berlanjut dalam praktik jurnalistik yang saling mendukung dan melengkapi.
Melalui kegiatan ini, PWI berharap hubungan antar insan pers semakin erat, sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan platform dan ruang kerja, pers tetap memiliki tujuan bersama dalam menjaga kualitas informasi dan memperkuat demokrasi. []









































