Ratusan Karangan Bunga Mengawal Spirit 1946: PWI Pusat Membangun Pondasi Baru Di Titik Nol Sejarah Pers

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:36 WIB

50769 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLO – Arsitektur Kebangsaan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030 resmi dilantik di Monumen Pers Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (4 Oktober 2025). Acara ini tak hanya menandai transisi kepemimpinan, tetapi juga mengukuhkan landasan historis PWI, terbingkai dalam arsitektur detail dan dukungan publik yang masif.

Konstruksi Sejarah: Monumen Pers Sebagai Fondasi

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilihan Monumen Pers Surakarta sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa perhitungan historis. Seperti dijelaskan oleh Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, lokasi ini memiliki nilai fundamental karena merupakan tempat lahirnya PWI pada 9 Februari 1946.

“Ini juga menjadi simbol kuat untuk menguatkan nilai persatuan dan mewarisi semangat perjuangan para pendiri PWI,” ujar Anas.

Keputusan ini merefleksikan upaya PWI untuk membangun kepengurusan baru di atas fondasi yang kokoh, tempat para tokoh pers mendeklarasikan wadah persatuan wartawan. Dengan demikian, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah aksi penegasan kembali komitmen terhadap sejarah panjang pers Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, demokrasi, dan kebebasan pers.

Baca Juga :  JPU Kejari Kabupaten Semarang Eksekusi Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi Dana Pensiun PDAM Rp 8,5 Milyar Lebih

Struktur Dukungan: Banjir Karangan Bunga Sebagai Indikator

Tanda visual dukungan terhadap struktur kepengurusan baru PWI terlihat jelas dari banjirnya karangan bunga di ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Yosodipuro, Banjarsari. Tercatat sekitar 100 karangan bunga dari berbagai penjuru, yang menurut panitia lokal Asep Abdullah, jumlahnya terus bertambah.

“Sampai detik ini ada 100 buah dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Asep.

Karangan bunga ini berfungsi sebagai indikator dukungan dari berbagai sektor: tokoh nasional, jajaran pemerintah, hingga pihak swasta.

Kehadiran dukungan ini menunjukkan pengakuan luas terhadap peran PWI dalam ekosistem media nasional, menggarisbawahi relevansi organisasi ini sebagai pilar utama persatuan wartawan.

Proyeksi Partisipasi dan Diskusi Kritis
Acara pelantikan ini diperkirakan dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk perwakilan PWI Provinsi, mitra strategis, pimpinan media nasional, dan pejabat negara.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dikonfirmasi hadir, menandakan pengakuan negara terhadap pentingnya peran PWI.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Murka di Klaten: "Vampir Ekonomi" Sedot Rp100 Triliun Uang Rakyat

Setelah pelantikan, agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog kritis yang menggarap isu-isu kontemporer yang mendesak.

Diskusi ini, yang dimoderatori oleh Wahyu Muryadi, akan mengangkat tema “Merawat Keadaban Bangsa di Tengah Desakan Epidemi Disinformasi dan Supremasi Kecerdasan Buatan.”

Panelis dalam diskusi ini mencakup:

* Nezar Patria, Wakil Menteri Komdigi.
* Totok Suryanto, Wakil Ketua Dewan Pers.
* Agus Sudibyo, Ketua PWI Bidang Pendidikan.

Dialog ini merefleksikan upaya PWI untuk tidak hanya mengurus struktur internal, tetapi juga aktif terlibat dalam pembentukan opini publik dan penguatan literasi media di tengah tantangan disinformasi dan perkembangan Kecerdasan Buatan.

Sebagai penutup kultural yang memperhalus transisi kepengurusan, acara ini juga dihiasi penampilan dari penyanyi keroncong dan campursari kenamaan Solo, Endah Laras. Pelantikan ini dengan demikian menjadi momen yang memadukan komitmen historis, dukungan struktural, dan relevansi tematik. []

Berita Terkait

PWI Kembali Utuh: Pengukuhan Akhmad Munir di Monumen Pers Jadi Simbol Rekonsiliasi
Konsolidasi PWI Pusat di Kota Bengawan: Merumuskan Arah Kolektif 2025–2030
Kejari Kabupaten Semarang Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi PTSL Tahun 2020
Presiden Prabowo Murka di Klaten: “Vampir Ekonomi” Sedot Rp100 Triliun Uang Rakyat
Koperasi Desa Merah Putih: Solusi Harga dan Distribusi Kebutuhan Pokok yang Diresmikan Presiden Prabowo di Klaten
Prabowo Resmikan 80.081 Koperasi Desa: Tonggak Sejarah Ekonomi Kerakyatan Dimulai!
JPU Kejari Kabupaten Semarang Tanganin Tersangka Perkara Korupsi Bank Plat Merah, Negara Dirugikan Hingga Rp 3,4 Miliyar Lebih.
Tersangka Perkara Korupsi Bank Plat Merah, Negara Dirugikan Hingga Rp 3,4 Miliyar Lebih.

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:37 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:33 WIB

Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat

Senin, 1 Juni 2026 - 18:36 WIB

Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:31 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:27 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:43 WIB

Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:03 WIB

Cegah Gangguan Keamanan dan Provokasi Digital, Koramil 1607-06/Lape Lopok Aktif Sambangi Warga Malam Hari

Berita Terbaru