Presiden Prabowo Murka di Klaten: “Vampir Ekonomi” Sedot Rp100 Triliun Uang Rakyat

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 08:48 WIB

50991 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kecaman keras terhadap praktik pengoplosan beras dan para pelakunya, yang ia sejuluki sebagai “vampir-vampir ekonomi”. Dalam peresmian Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025, Presiden menegaskan bahwa praktik curang ini telah merugikan masyarakat hingga Rp100 triliun setiap tahun.

Dengan nada suara meninggi dan tangan mengepal, Presiden Prabowo menyatakan, “Ini bukan sekadar pelanggaran. Ini keserakahan. Ini adalah penghisapan darah rakyat.”

Ia menjelaskan bahwa mencampur beras berkualitas rendah dan menjualnya dengan label premium bukan bagian dari ekonomi pasar, liberalisme, atau kapitalisme, melainkan bentuk kriminal yang disebutnya
“serakahnomik”.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan entrepreneurship. Ini bukan mazhab ekonomi. Ini serakah. Ini tidak diajarkan di fakultas mana pun. Ini adalah mazhab serakahnomik,” ujarnya lantang, mengecam para pelaku yang dengan sengaja mengambil keuntungan besar di atas penderitaan petani dan rakyat miskin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meluncurkan kebijakan strategis berskala nasional: pembentukan 83.000 koperasi rakyat di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Baca Juga :  Get Rid Of Movie Problems Once And For All

Inisiatif ini digambarkan sebagai “senjata ekonomi rakyat” untuk melawan ketimpangan dan kartel distribusi. “Daripada bikin satu, lima, seratus koperasi—kita bikin di semua desa. Semua kelurahan. Kita lawan sistem yang busuk ini,” tegasnya.

Menurut Presiden, koperasi akan memangkas rantai distribusi yang panjang dan tidak adil, memastikan akses langsung rakyat terhadap pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok tanpa permainan harga dari tengkulak dan spekulan.

Prabowo menyoroti dampak besar jika dana yang bocor akibat kejahatan ekonomi dapat diselamatkan. “Kita cuma mampu memperbaiki 11.000 sekolah tahun ini dengan anggaran 19 triliun. Tapi kalau saya punya 100 triliun tiap tahun, kita bisa perbaiki 100.000 sekolah. Kita punya 330.000 sekolah. Dalam tiga tahun, semua bisa diperbaiki,” paparnya.

Presiden menginstruksikan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. “Saya yakin Jaksa Agung dan Kapolri setia kepada rakyat dan kedaulatan bangsa. Usut tuntas. Tangkap yang bermain. Ini sabotase ekonomi. Ini pengkhianatan dari dalam,” perintahnya.

Baca Juga :  Achmad Sholeh Nahkodai PD IWO Kabupaten Tegal Periode 2025 - 2030

Selain itu, Prabowo menyinggung tingginya harga obat dan mendesak percepatan produksi obat generik murah melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan. Ia menekankan bahwa rakyat miskin harus bisa mendapatkan obat secara gratis jika negara memiliki anggaran yang cukup, dan untuk itu, para pelaku ekonomi nakal harus ditindak. “Kalau ada dananya, rakyat miskin harus dapat obat gratis. Maka itu, kejar semua yang nakal.

Jangan ada yang dibiarkan merusak ekonomi kita dari dalam,” serunya.
Presiden Prabowo menyebut peluncuran koperasi ini sebagai awal perjuangan, mengungkapkan keterkejutannya bahwa 80.000 koperasi sudah siap diluncurkan pada Juli, lebih cepat dari perkiraan semula pada Oktober atau November.

“Saya kaget. 80.000 koperasi semua sudah siap? Luar biasa. Ternyata kalau kita punya kehendak yang kuat, semua bisa,” katanya disambut tepuk tangan meriah.

Di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan terima kasih kepada para kepala desa dan masyarakat yang hadir. “Lebih baik sebelum kita dipanggil Yang Maha Kuasa, kita bela rakyat kita,” pungkasnya. []

Berita Terkait

PWI Kembali Utuh: Pengukuhan Akhmad Munir di Monumen Pers Jadi Simbol Rekonsiliasi
Ratusan Karangan Bunga Mengawal Spirit 1946: PWI Pusat Membangun Pondasi Baru Di Titik Nol Sejarah Pers
Konsolidasi PWI Pusat di Kota Bengawan: Merumuskan Arah Kolektif 2025–2030
Kejari Kabupaten Semarang Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi PTSL Tahun 2020
Koperasi Desa Merah Putih: Solusi Harga dan Distribusi Kebutuhan Pokok yang Diresmikan Presiden Prabowo di Klaten
Prabowo Resmikan 80.081 Koperasi Desa: Tonggak Sejarah Ekonomi Kerakyatan Dimulai!
JPU Kejari Kabupaten Semarang Tanganin Tersangka Perkara Korupsi Bank Plat Merah, Negara Dirugikan Hingga Rp 3,4 Miliyar Lebih.
Tersangka Perkara Korupsi Bank Plat Merah, Negara Dirugikan Hingga Rp 3,4 Miliyar Lebih.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru