Upaya Melestarikan Ekosistem Laut,PT Timah Kembali Menenggelamkan 37 Unit Coral Garden di Pulau Putri 

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 07:55 WIB

50284 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEPRI, BANGKA – Untuk mendukung upaya pelestarian ekosistem laut, menjaga keseimbangan lingkungan dan mengembangkan wisata bawah laut, PT Timah kembali menenggelamkan coral garden di Pulau Putri, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

 

Penenggelaman coral garden sebanyak 37 unit oleh PT Timah ini melibatkan masyarakat, Yayasan Sayang Babel Kite dan karyawan PT Timah yang dilaksanakan pada Senin, 19 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Penenggelaman rumpon yang dilakukan PT Timah bertujuan untuk merehabilitasi dan mengembalikan fungsi terumbu karang sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut.

 

Coral garden yang ditenggelamkan diharapkan dapat berfungsi sebagai habitat baru bagi berbagai jenis biota laut, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mendukung kegiatan perikanan di sekitar area.

 

Tak hanya itu, dengan adanya karang buatan juga dapat menjadi daya tarik wisata bahari dalam mengembangkan kawasan destinasi Pulau Putri. Sebelumnya PT Timah juga pernah menenggelamkan coral garden di kawasan ini.

 

Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika mengatakan, penenggelaman rumpon yang dilakukan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini merupakan langkah signifikan dalam tahap ketiga program restorasi terumbu karang.

Baca Juga :  Diduga Pungli Marak di Pelabuhan Karimun, Agen 'Garansi' Pekerja ke Malaysia

 

Menurutnya, jumlah yang ditenggelamkan kali ini lebih banyak dibandingkan upaya sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk memulihkan ekosistem laut di wilayah ini.

 

“Kami berharap coral garden yang telah dibangun ini akan tumbuh menjadi habitat yang subur bagi berbagai biota laut. Pulau Putri, dengan keanekaragaman hayati lautnya yang kaya, sangat potensial menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu kelautan,” katanya.

 

Indra juga optimis coral garden akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

 

Sejak tahun 2021, PT Timah telah secara konsisten melakukan kegiatan penenggelaman coral garden. Uniknya, setiap tahap memiliki desain yang berbeda-beda. Mulai dari coral garden dengan tulisan, rak-rak untuk mempercepat pertumbuhan karang, hingga bentuk-bentuk kreatif seperti laba-laba dan terowongan.

 

“PT Timah tidak lagi mengambil karang alami, melainkan memanfaatkan karang budidaya yang telah tumbuh dengan baik. Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT Timah ini,” ucapnya.

 

Dengan menanam jenis karang seperti acropora dan menggabungkan karang alami diyakini akan membuat ekosistem terumbu karang di Pulau Putri akan segera pulih. Lebih dari sekadar tempat bermain ikan, coral garden ini akan menjadi rumah bagi berbagai spesies laut.

Baca Juga :  Defisit Rp173 Miliar, Dinas PUPR Karimun Kucurkan Proyek Miliaran Rupiah ke Instansi Vertikal

 

“Dengan dinamika ekonomi dan sosial yang terus berkembang, penting bagi kita untuk bijak dalam mengelola sumber daya alam, khususnya laut yang mendominasi wilayah Bangka Belitung. Semoga program restorasi terumbu karang ini semakin sukses dan PT Timah semakin jaya,” harapnya.

 

Salah satu nelayan di Pulau Putri, Acien yang terlibat dalam kegiatan penenggelaman rumpon mengatakan mereka telah merasak dampak positif dengan adanya coral garden di kawasan ini.

 

Hal ini juga berdampak pada peningkatan hasil tangkapan yang semakin melimpah dan restorasi karang yang dilakukan PT Timah telah memberikan dampak ekonomi bagi mereka.

 

“Kami berharap, dengan dukungan PT Timah, Pulau Putri akan semakin berkembang menjadi desa nelayan yang mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi destinasi wisata bahari yang menarik,” ucapnya.

 

A.Yahya

 

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru