Dirjen Imigrasi Serukan Reformasi Total: Hapus Budaya Kerja Lama, Pulihkan Kepercayaan Publik

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:02 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun,Kepulauan Riau|Oposisi News 86 — Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meminta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi di Indonesia untuk kembali fokus menjalankan tugas dan fungsi pelayanan publik serta meninggalkan praktik-praktik lama yang dinilai tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman dan harapan masyarakat. Seruan tersebut disampaikan di tengah situasi yang diakui sebagai salah satu ujian terbesar yang pernah dihadapi institusi keimigrasian dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pengarahan yang diikuti petugas Imigrasi di seluruh Indonesia dan Atase Imigrasi pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri secara hybrid, Selasa (9/6/2026), Hendarsam menegaskan bahwa seluruh proses hukum yang sedang berjalan harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Di saat yang sama, seluruh jajaran diminta tidak larut dalam situasi yang berkembang dan segera kembali memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi sedang berupaya melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Langkah ini dinilai penting mengingat institusi pelayanan publik selalu berada di bawah sorotan masyarakat dan menjadi salah satu wajah negara yang paling sering berinteraksi langsung dengan warga maupun orang asing yang mengurus berbagai dokumen keimigrasian.

Hendarsam secara terbuka mengakui bahwa kondisi yang sedang dihadapi merupakan pukulan berat bagi organisasi. Namun, alih-alih menjadikan situasi tersebut sebagai beban berkepanjangan, ia meminta seluruh jajaran menjadikannya sebagai momentum evaluasi total untuk memperbaiki sistem kerja dan menghapus budaya lama yang tidak sejalan dengan prinsip profesionalisme serta integritas aparatur negara.

Baca Juga :  Paslon BARA Merupakan Pendaftar ke 3 Di Kantor KPUD Karimun.

Pernyataan bahwa tidak ada lagi hak istimewa bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran menjadi pesan yang paling menonjol dalam pengarahan tersebut. Pesan itu sekaligus memperlihatkan adanya tekad untuk membangun kultur organisasi yang lebih terbuka, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah, Imigrasi memang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Setiap keterlambatan pelayanan, dugaan penyimpangan prosedur, hingga keluhan masyarakat yang tidak ditangani dengan baik dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial dan memengaruhi citra institusi secara keseluruhan. Karena itu, penguatan integritas aparatur menjadi faktor yang tidak dapat ditawar.

Menurut Hendarsam, Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Namun kemampuan teknis semata tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan komitmen moral serta integritas yang kuat dalam menjalankan tugas. Aparatur negara dituntut tidak hanya bekerja sesuai aturan, tetapi juga mampu menunjukkan sikap melayani, responsif, dan transparan terhadap setiap kebutuhan masyarakat.

Seruan tersebut juga mencerminkan kesadaran bahwa tantangan terbesar institusi pelayanan publik saat ini bukan hanya soal kemampuan memberikan layanan yang cepat, melainkan bagaimana membangun kembali kepercayaan masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama yang menentukan keberhasilan sebuah lembaga negara dalam menjalankan tugasnya. Ketika kepercayaan menurun, setiap kebijakan dan program yang dijalankan akan selalu dipandang dengan kecurigaan.

Baca Juga :  Minggu Kasih Kamtibmas bersama Warga/Masyarakat Sei jodoh Batu Ampar - kota Batam.

Karena itu, gagasan “Imigrasi untuk Rakyat” yang kembali ditegaskan Hendarsam menjadi lebih dari sekadar slogan birokrasi. Gagasan tersebut mengandung pesan bahwa institusi keimigrasian harus mampu menghilangkan jarak dengan masyarakat, membuka ruang komunikasi yang lebih luas, serta memastikan setiap layanan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi publik.

Di sisi lain, pernyataan Dirjen Imigrasi juga dapat dibaca sebagai pengakuan bahwa persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat tidak bisa dijawab hanya dengan pernyataan normatif. Yang dibutuhkan adalah perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, lebih bersih, lebih transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan.

Masyarakat kini menuntut lebih dari sekadar janji reformasi birokrasi. Publik menginginkan bukti konkret bahwa setiap aparatur yang melanggar aturan diproses secara adil dan bahwa institusi benar-benar melakukan pembenahan dari dalam. Dalam konteks itulah, komitmen yang disampaikan pimpinan tertinggi Imigrasi akan diuji melalui langkah-langkah nyata di lapangan.

Ke depan, keberhasilan Direktorat Jenderal Imigrasi tidak hanya diukur dari jumlah paspor yang diterbitkan atau layanan keimigrasian yang diberikan, tetapi juga dari kemampuannya membangun institusi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Reformasi yang sesungguhnya bukan terletak pada slogan, melainkan pada keberanian mengubah budaya kerja yang tidak lagi relevan dan menggantinya dengan tata kelola yang menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan kepentingan publik di atas segalanya. [Sajirun.S]

Berita Terkait

Bupati Karimun Launching Sekolah Lansia Bunga Kemunting
DPC LPAK RI Karimun Siap Jadi Kontrol Sosial, Awasi Penggunaan Anggaran dan Terima Aduan Masyarakat
Bupati Karimun Resmi Buka MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, Dorong Penguatan Nilai Al-Qur’an dan Pembangunan Infrastruktur
Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah
Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan
Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan
Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun
Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:54 WIB

Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Mataram Rekayasa Deportasi WNA Australia

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:33 WIB

‎Malam yang Aman Berawal dari Kepedulian, Koramil Ropang Gelar Patroli Wilayah

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:31 WIB

Kejati Akui Dalami Keterlibatan Penyelenggara MXGP terkait TPPU

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Babinsa Koramil 1607-04/Alas Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 19:38 WIB

Keamanan Warga Prioritas, Babinsa Koramil 1607-06/Lape Lopok Rutin Gelar Patroli Wilayah

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57 WIB

Kapolda NTB Di Protes NGO Akibat Korupsi Mantan Adik Gubernur

Senin, 8 Juni 2026 - 11:08 WIB

Sinergi TNI Percepat Pembangunan, Molen dan Dump Truck Didrop ke Lokasi Jembatan Armco Kapas Sari

Senin, 8 Juni 2026 - 11:03 WIB

TNI dan Warga Bersatu, Bersihkan Dua Lokasi Jembatan Armco di Dusun Kapas Sari

Berita Terbaru

ACEH

MBG Cot Rheu, Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:03 WIB

ACEH

Kacabdin Aceh Utara Diuji, Johan Bungkam

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB