Mega Proyek Kutei North Hub Dimulai, Karimun Bidik Ribuan Lapangan Kerja untuk SDM Lokal

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:23 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun, Kepulauan Riau|Oposisi News 86 — Harapan akan terbukanya ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Karimun mulai menemukan pijakan setelah dimulainya tahapan pemotongan baja perdana (First Steel Cut) dan peletakan lunas (Keel Laying) lambung kapal untuk modul Topside FPSO Bahtera Haluan Lestari di fasilitas PT Saipem, Kamis (23/072026).

Tahapan ini menjadi penanda dimulainya pekerjaan penting dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub (KNH) Development Project, salah satu proyek hulu migas berskala besar yang diproyeksikan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Kepulauan Riau.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian pekerjaan fabrikasi tersebut dihadiri Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, bersama jajaran pemerintah pusat, termasuk Kepala SKK Migas dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa manfaat investasi bernilai miliaran dolar tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Karimun, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Iskandarsyah, proyek ini diperkirakan membutuhkan sekitar 8.000 tenaga kerja pada berbagai tahapan pelaksanaannya. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi masyarakat Karimun untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor industri migas dan maritim yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi berskala besar. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong perusahaan pelaksana agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi yang dipersyaratkan.

Baca Juga :  Bupati Karimun Resmikan Rumah Singgah Nelayan Kampung Ambat.

Data proyek menunjukkan, FPSO Bahtera Haluan Lestari memiliki nilai investasi sekitar USD 2,9 miliar dan merupakan bagian dari keseluruhan Proyek Kutei North Hub yang bernilai sekitar USD 11,8 miliar. Proyek tersebut dikerjakan melalui kolaborasi PT Searah sebagai perusahaan patungan Eni dan PETRONAS, bersama PT Saipem serta PT Tripatra.

Pengerjaan fabrikasi dilakukan di tiga kawasan industri utama di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Batam, Bintan, dan Karimun. Dari total beban fabrikasi sekitar 40 ribu ton yang dialokasikan di wilayah Kepri, Karimun memperoleh porsi terbesar, yakni sekitar 20 ribu ton. Sementara Batam dan Bintan masing-masing menangani sekitar 10 ribu ton.

Selain memperoleh porsi pekerjaan terbesar, Karimun juga diproyeksikan menjadi lokasi integrasi akhir atau penyatuan komponen sebelum fasilitas tersebut dikirim ke lokasi operasional di perairan Selat Makassar. Kondisi ini diperkirakan akan menciptakan aktivitas industri yang cukup besar selama masa konstruksi berlangsung.

Iskandarsyah mengungkapkan bahwa berdasarkan komunikasi dengan pihak perusahaan, sekitar 68 hingga 75 persen kebutuhan tenaga kerja direncanakan berasal dari masyarakat lokal.

Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila calon pekerja memiliki keterampilan, kompetensi, dan sertifikasi yang sesuai dengan standar industri migas internasional.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Wakil Gubernur dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi. Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah penyelenggaraan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) bagi lulusan SMA maupun SMK agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Baca Juga :  Bupati karimun Sebagai Narasumber Pada Kuliah Pakar Pelantikan Senat, BEM Dan Himip.

Langkah itu diharapkan mampu memperkuat daya saing tenaga kerja lokal sehingga tidak hanya terserap dalam proyek Kutei North Hub, tetapi juga memiliki peluang bekerja pada proyek-proyek migas nasional lainnya yang akan dikembangkan dalam beberapa tahun mendatang.

Secara teknis, FPSO Bahtera Haluan Lestari dirancang untuk beroperasi di wilayah laut dalam atau ultra deepwater di Selat Makassar.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2028 dengan kapasitas produksi gas mencapai sekitar 1.000 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 80 ribu barel per hari (BCPD). Infrastruktur ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia.

Dalam forum yang sama, Bupati Karimun juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat dan konsorsium pelaksana agar komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal terus dijaga pada proyek-proyek strategis berikutnya.

Menurutnya, Karimun memiliki pengalaman panjang sebagai kawasan industri maritim sehingga layak menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia sektor migas dan perkapalan.

Dimulainya tahapan fabrikasi proyek Kutei North Hub tidak hanya menjadi tonggak penting bagi industri energi nasional, tetapi juga membuka harapan baru bagi perekonomian Karimun.

Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang investasi tersebut benar-benar bertransformasi menjadi lapangan kerja, peningkatan kompetensi, dan pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. [Sajirun, S]

Berita Terkait

Buka STQ XVIII Kundur Utara, Bupati Karimun Tegaskan Al-Qur’an Harus Menjadi Pedoman Kehidupan
Dana CSR Desa Pongkar Dipertanyakan, Pemdes Diminta Buka Dokumen Pembangunan Kolam Renang
PLN Karimun Surati Icon Batam, Penertiban Kabel Telekomunikasi di Tiang Listrik Masuk Titik Kritis
Pembangunan Jalan Terus, Izin Belum Jelas: Tembok Keliling di Pelambung Memantik Pertanyaan Tata Ruang
Tembok Keliling Berdiri di Pelambung, PBG Dipertanyakan: Pemkab Karimun Jangan Menunggu Viral
Proyek Kolam Renang Desa Pongkar Berjalan Tanpa Plang, Transparansi Dana CSR Dipertanyakan
Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole Tutup turnamen sepak bola IPB CUP IX 2026
Legalitas PT Maxnet Dipertanyakan, Bisnis Layanan Internet di Karimun Diminta Terbuka Soal Perizinan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru