Ketegangan Eksekutif–Legislatif Dinilai Mengkhawatirkan, Ketua LSM Tipikor Ajak Kembali ke Jalur Dialog

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:58 WIB

50392 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM — Ketegangan yang belakangan mengemuka dalam hubungan antara unsur eksekutif dan legislatif di Kota Subulussalam kembali mendapat sorotan.

Ketua DPD LSM Tipikor Kota Subulussalam, Hasan Gerinci, Selasa (17/02/2026), menilai dinamika yang terjadi seharusnya tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang justru berpotensi merugikan masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam pemerintahan merupakan hal lumrah dalam sistem demokrasi, namun perlu dikelola melalui komunikasi yang sehat dan sikap saling menghormati.

Menurut Hasan, relasi antara eksekutif dan legislatif seharusnya dibangun di atas semangat kemitraan yang saling menguatkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua lembaga memiliki mandat konstitusional yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni memastikan jalannya roda pemerintahan berjalan efektif demi kepentingan masyarakat.

Ketika perbedaan pandangan berubah menjadi perseteruan terbuka, kata dia, fokus pembangunan bisa terganggu dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan dapat tergerus.

Ia mengibaratkan hubungan kedua lembaga seperti sebuah rumah tangga yang memerlukan keseimbangan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling memahami.

Baca Juga :  Luar Biasa, UAS Perkenalkan Dek Fadh Pada Ribuan Orang Di Kota Subulussalam

Dalam pandangannya, konflik yang terus dipertontonkan ke ruang publik tanpa upaya penyelesaian yang konstruktif hanya akan menciptakan ketegangan sosial dan memperlebar jarak antara pemerintah dan warga.

Masyarakat, lanjutnya, pada akhirnya menjadi pihak yang paling terdampak ketika kebijakan publik tersendat akibat ketidakharmonisan antar-lembaga.
Hasan juga menekankan pentingnya menghindari sikap saling menyalahkan maupun upaya-upaya yang dapat memperkeruh keadaan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan sempit, karena stabilitas pemerintahan daerah adalah fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan.

Baginya, ego politik dan kepentingan kelompok harus ditempatkan di bawah kepentingan publik yang lebih luas.
Lebih jauh, ia mendorong agar penyelesaian perbedaan dilakukan melalui musyawarah yang terbuka, elegan, dan bermartabat.

Dialog yang jujur serta sikap dewasa dalam menyikapi kritik dinilai menjadi kunci untuk memulihkan suasana. Dalam sistem pemerintahan daerah, fungsi pengawasan legislatif dan fungsi pelaksanaan eksekutif seharusnya saling melengkapi, bukan saling melemahkan. Ketika kedua unsur mampu menjaga keseimbangan itu, kebijakan yang lahir diyakini akan lebih berpihak pada rakyat.

Baca Juga :  Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

Momentum bulan suci Ramadan, menurut Hasan, dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh unsur pemerintahan untuk menurunkan tensi dan membangun kembali semangat kebersamaan.

Bulan yang identik dengan pengendalian diri, introspeksi, dan penguatan nilai-nilai persaudaraan itu dipandang sebagai saat yang tepat untuk memperbaiki komunikasi serta mempererat sinergi antar-lembaga. Ia mengajak semua pihak menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama, bukan sekadar memenangkan perdebatan politik.

Pada akhirnya, ia berharap situasi yang lebih damai dan kondusif dapat segera tercipta di Kota Subulussalam. Stabilitas hubungan antara eksekutif dan legislatif diyakini akan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan tumbuhnya rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun dialog yang sehat, ia optimistis berbagai perbedaan dapat diselesaikan secara dewasa demi kemajuan daerah dan kesejahteraan warga.
[ER, K]

Berita Terkait

Surat Mutasi ASN Diduga Palsu, BKPSDM Subulussalam Minta Aparat Usut Pelaku Penyebar Hoaks
Pokir DPRK Subulussalam: Antara Kepentingan Publik dan Bayang-Bayang Transaksi Politik
Bayang-Bayang Mafia Tanah di Lahan Transmigrasi Longkib, Negara Diuji Menegakkan Aturan
Sengketa Lahan Longkib Kian Membara, Dugaan Pemalsuan AJB hingga Tindak Pidana Lain Menguat, Penegakan Hukum Diuji
Sengketa 50 Hektar di Longkib Memanas, Nama Ketua Apkasindo Aceh Terseret, Dugaan Pelanggaran Regulasi Mengemuka
Janji yang Diuji Waktu, Kepemimpinan yang Ditagih Publik
Kanopi Ambruk, Integritas Proyek Dipertanyakan
Menjelang Idulfitri, Mantan Wali Kota dan Ketua DPRK Subulussalam Beri Perhatian kepada Rekan Media dan LSM

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

‎Sinergi TNI-Polri Jaga Keamanan Muswil V AMAN NTB di Desa Lawin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Berbagi untuk Sesama, Kasdim 1607/Sumbawa Dampingi Penyerahan Sembako dan Tali Asih di Dua Lembaga Pendidikan Islam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Semangat Kemanusiaan, Kodim 1607/Sumbawa Ikuti Donor Darah HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Babinsa Koramil 1607-01/Sumbawa Dorong Warga Semarakkan Kemerdekaan dengan Kibarkan Merah Putih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Patroli Mandiri TNI Sasar Titik Strategis, Warga Sumbawa Makin Merasa Aman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81! TNI-Polri Jaga Ketat Lomba Gerak Jalan Cepat-Tepat di Maronge

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Menguatkan Jejak Perempuan Pengusaha Sumbawa, Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Momentum Bersejarah IWAPI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Dari Lapangan Lunyuk, Semangat Merah Putih Berkobar Lewat Pentas Seni HUT RI ke-81

Berita Terbaru