Kutacane|Oposisi News 86 – Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti kegiatan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim dan piatu yang dilaksanakan di Masjid Babussalam pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah.

Momentum yang berlangsung di tengah suasana ibadah bulan suci tersebut menjadi bukti nyata kuatnya kepedulian sosial masyarakat Desa Perapat Hulu terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengulu Kute, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Imam Masjid, serta para jamaah yang secara bersama-sama menyerahkan santunan kepada 15 anak yatim dan piatu yang berasal dari desa setempat.
Penyaluran santunan dilakukan dalam suasana penuh kekhidmatan, disaksikan langsung oleh masyarakat yang hadir di lingkungan masjid.
Bantuan yang diberikan kepada para anak yatim tidak hanya bersifat simbolis, tetapi disalurkan dalam bentuk paket kebutuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Setiap anak menerima sejumlah kebutuhan pokok berupa satu sak beras seberat 15 kilogram, satu papan telur, sirup Cap Patung, kain sarung, minyak goreng, aneka kue lebaran, serta uang tunai sebesar Rp1.137.000.
Jika ditotal secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan kepada para anak yatim tersebut mencapai sekitar Rp25.080.000. Seluruh dana yang digunakan dalam kegiatan santunan ini berasal dari kotak infaq anak yatim yang dihimpun secara konsisten dari para jamaah selama satu tahun penuh.
Tradisi pengumpulan infaq tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di lingkungan mereka.
Penyaluran santunan ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih terpelihara kuat di tengah kehidupan masyarakat Desa Perapat Hulu.
Tanpa menunggu adanya program besar atau perhatian dari pihak luar, para jamaah Masjid Babussalam secara sukarela menghimpun dana dan menyalurkannya kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar mereka.
Pengurus masjid menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah menunjukkan kepedulian serta partisipasi aktif dalam mengisi kotak infaq anak yatim sepanjang tahun. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas sosial sekaligus wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan yang menekankan pentingnya membantu mereka yang membutuhkan.
Momentum bulan Ramadan dipandang sebagai waktu yang sangat tepat untuk memperkuat semangat berbagi kepada sesama.
Selain meningkatkan kualitas ibadah, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi sosial di sekitarnya, khususnya terhadap anak-anak yatim yang memerlukan dukungan moral maupun material dari lingkungan tempat mereka tumbuh.
Kegiatan santunan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Melalui langkah sederhana namun penuh makna itu, warga Desa Perapat Hulu menunjukkan bahwa kebahagiaan menyambut hari raya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dipelihara, masyarakat berharap tradisi infaq dan santunan anak yatim tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada para penerima, tetapi juga menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh jamaah yang terlibat, sekaligus memperkuat jalinan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat desa. [Dedi Ariyanto]









































