Musrenbang Geureudong Pase Digeruduk Kritik, Warga Bongkar Mandeknya Janji Pembangunan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:44 WIB

50251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Geureudong Pase untuk tahun anggaran 2027 yang berlangsung di Aula Kantor Camat, Jumat (13/2/2026), tak sekadar forum rutin tahunan. Ia berubah menjadi ruang gugatan terbuka terhadap pemerintah daerah yang dinilai gagal menerjemahkan aspirasi menjadi kerja nyata.

Di tengah forum, Suryadarma, seorang perwakilan masyarakat, menyampaikan kritik tanpa tedeng aling-aling. Ia menilai Musrenbang selama ini hanya berputar pada pola yang sama: daftar kebutuhan dicatat, berita acara diteken, lalu menghilang dalam proses penganggaran di tingkat kabupaten.
“Setiap tahun topiknya identik—akses jalan rusak, jembatan penghubung, irigasi. Tapi tidak pernah ada kepastian eksekusi. Yang berubah hanya tahunnya, bukan nasib wilayah kami,” ujarnya, memantik keheningan ruangan.

Ia menyebut Geureudong Pase seperti berada di pinggiran peta prioritas. Infrastruktur dasar yang diajukan berulang kali tak kunjung disentuh, sementara dampaknya nyata: distribusi hasil usaha tersendat, mobilitas warga terhambat, dan fasilitas layanan publik berjalan dengan keterbatasan.
“Kalau hasilnya selalu nihil, Musrenbang ini untuk siapa? Masyarakat datang membawa harapan, tapi pulang dengan tanda tanya,” pungkasnya geram.

Tiga usulan kembali dimajukan sebagai prioritas 2027: penyelesaian pengaspalan ruas Cot Matahe–Mbang yang tak tuntas, pembangunan jembatan plat beton di Aleu Teungoh sebagai akses vital Desa Uram Jalan, serta pembangunan saluran pembuangan air limbah (SPAL) di Puskesmas Geureudong Pase yang hingga kini belum memiliki sistem sanitasi layak.

Persoalan terakhir bahkan menyentuh aspek keselamatan kesehatan lingkungan. Tanpa SPAL, limbah layanan medis berpotensi mencemari sekitar. Namun kebutuhan mendasar itu pun belum mendapat perhatian serius.

Camat Geureudong Pase, Mardani, S.Sos, MSM, mengakui kondisi ketertinggalan tersebut. Ia berharap prioritas yang telah dirumuskan tidak kembali tersingkir dalam pembahasan anggaran kabupaten. “Kami butuh keberpihakan konkret. Jalan dan jembatan menyangkut denyut ekonomi. Sanitasi puskesmas menyangkut kesehatan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Dandim 0103/Aceh Utara Sambut Kunjungan Silaturahmi Kapolres Aceh Utara

Perwakilan Dinas PUPR, Kesehatan, dan Pendidikan Aceh Utara hadir dalam forum itu bersama unsur Muspika. Namun kehadiran perangkat daerah tak otomatis menjawab substansi kritik: di mana letak hambatan realisasi? Apakah usulan kecamatan gugur di meja TAPK? Ataukah persoalan ini soal minimnya komitmen politik?

Musrenbang sejatinya dirancang sebagai instrumen perencanaan partisipatif, bukan ritual administratif. Ketika aspirasi berulang kali kandas tanpa penjelasan transparan, kepercayaan publik terkikis.

Geureudong Pase memberi sinyal keras: tanpa akuntabilitas dan keberanian menetapkan prioritas yang adil, forum ini hanya akan menjadi panggung tahunan yang memproduksi daftar kebutuhan—tanpa pernah menghadirkan perubahan. [SR]

Berita Terkait

Lapangan Landeng Dipenuhi Jamaah, Pemkab Aceh Utara Gelar Peringatan Akbar Nuzulul Qur’an
Jaga Kekhusyukan Tarawih, Polsek Banda Sakti Amankan Masjid di Malam Ramadan
Polres Lhokseumawe Amankan Bazar Ramadhan di Lapangan Hiraq, Ragam Lomba Islami Semarakkan Penutupan
Diterpa Sorotan, Geuchik Krueng Baro Blang Mee Klarifikasi Polemik Posyandu dan Lahan Rp120 Juta
Bupati Aceh Utara Lantik 23 Pejabat dan 8 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Reformasi Birokrasi
Dana Desa Krueng Baro Blang Mee Diseret ke Meja Hijau, Geuchik Dilaporkan atas Dugaan Korupsi
Benahi Data JKN, Pemkab Aceh Utara Kejar Ketepatan Sasaran PBI
Kolaborasi PGE Dan Puskesmas Syamtalira Aron Gelar Khitanan Massal, 70 Anak dari 34 Desa Terlayani

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:05 WIB

Kapolres Gayo Lues dan Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:01 WIB

Residivis Pencuri Drum BBM Bantuan Bencana Ditangkap, Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Kejahatan yang Merugikan Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:05 WIB

Stok BBM di Gayo Lues Dipastikan Aman, Polisi Imbau Warga Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:50 WIB

Khianati Kepercayaan Majikan, Karyawan Toko Perabot di Gayo Lues Ringkus Polisi Usai Aksi Pencurian Lintas Kabupaten Terbongkar

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:08 WIB

Operasi Pasar Murah Digelar di 11 Kecamatan, Pemkab Gayo Lues Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

Warga Padati Pusat Kota Jelang Berbuka, Arus Lalu Lintas Blangkejeren Direkayasa

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:16 WIB

Pemkab Gayo Lues Pastikan Bantuan Sapi Meugang Tepat Sasaran dan Terbuka

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:33 WIB

Sinergi Polisi dan Jurnalis Menguat di Tengah Bencana Hidrometeorologi Gayo Lues

Berita Terbaru

BANGKA SELATAN

Tawa Anak-Anak di Serambi Masjid, Isyarat Tumbuhnya Harapan Generasi

Minggu, 8 Mar 2026 - 14:00 WIB