Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total

REDAKSI NTB

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 18:36 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com, (1 Juni 2026),– Gelombang kekecewaan terhadap pemerintah pusat terkait nasib pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) mencapai puncaknya. Presidium Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) se-Pulau Sumbawa menyatakan sikap tegas dengan menggelar aksi besar-besaran yang akan dimulai pada 2 Juni 2026 dan berpotensi melumpuhkan aktivitas Pelabuhan Poto Tano selama satu bulan penuh.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk protes atas belum terealisasinya janji pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terkait pelaksanaan uji publik pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang sebelumnya dijanjikan akan berlangsung pada Maret 2026.

Ketua Umum Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa, Abdul Hatab, menegaskan bahwa masyarakat Pulau Sumbawa merasa dibohongi dengan berbagai janji yang hingga kini tidak kunjung diwujudkan. Menurutnya, harapan sekitar 1,7 juta masyarakat Pulau Sumbawa seolah digantung tanpa kepastian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menilai pemerintah pusat telah memberikan harapan besar kepada masyarakat Pulau Sumbawa, namun sampai saat ini tidak ada realisasi yang jelas. Janji uji publik yang disampaikan sebelumnya ternyata hanya menjadi tanda tanya besar bagi 1,7 juta rakyat Pulau Sumbawa,” tegas Abdul Hatab, Senin (1/6/2026).

Ia mengungkapkan, saat audiensi dengan Kemendagri beberapa waktu lalu, pihaknya mendapat penjelasan bahwa anggaran APBN untuk tahapan pembentukan daerah otonom baru telah disiapkan. Bahkan, Aliansi PPS diminta ikut mengawal proses penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah dan Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) yang menjadi regulasi turunan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :  Babinsa Pernek Laksanakan Komsos, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Waspada Hoaks

RPP tersebut merupakan instrumen penting yang akan menjadi dasar teknis dalam proses pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), termasuk Provinsi Pulau Sumbawa yang selama bertahun-tahun diperjuangkan masyarakat.

Karena itu, melalui aksi yang akan digelar secara serentak di sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa, Aliansi PPS mendesak Kemendagri agar segera turun langsung ke Pulau Sumbawa dan menetapkan jadwal resmi pelaksanaan uji publik pembentukan provinsi.

“Kami meminta Menteri Dalam Negeri beserta jajarannya hadir langsung di Pelabuhan Poto Tano dan memberikan kepastian kepada masyarakat Pulau Sumbawa. Jangan lagi ada janji-janji tanpa realisasi,” ujarnya.

Abdul Hatab menegaskan, apabila pemerintah pusat tetap mengabaikan tuntutan tersebut, maka aksi penutupan akses Pelabuhan Poto Tano akan terus dilakukan sebagai bentuk tekanan politik dan aspirasi rakyat.

“Mulai tanggal 2 Juni 2026, kami siap melumpuhkan Pelabuhan Poto Tano. Jika Kemendagri tidak turun langsung menemui masyarakat dan memberikan kepastian terkait pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, maka aksi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Ini adalah akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca Juga :  ‎Patroli Malam Jadi Upaya Koramil Moyo Hilir Ciptakan Rasa Aman Warga ‎

Meski demikian, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, para pengguna jasa transportasi, dan seluruh pihak yang nantinya terdampak akibat aksi tersebut.

“Atas nama Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan dan masyarakat yang terdampak. Namun perjuangan ini adalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi masa depan Pulau Sumbawa dan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Lebih lanjut, Aliansi PPS juga mendesak Presiden Republik Indonesia, ****, agar segera memerintahkan Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk membawa dan mengajukan RPP Desartada ke DPR RI, khususnya Komisi II, agar segera dibahas dan disahkan.

Menurut mereka, pengesahan regulasi tersebut merupakan pintu masuk utama bagi terwujudnya cita-cita pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Aksi besar yang akan berlangsung di gerbang utama Pulau Sumbawa itu diperkirakan melibatkan ribuan massa dari berbagai kabupaten dan kota se-Pulau Sumbawa. Situasi ini berpotensi menjadi salah satu gelombang aksi terbesar dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. (Red)

Berita Terkait

Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu
Nomor Admin Di-Hack, Panca Sari Tours & Travel Imbau Pelanggan Sumbawa–Mataram Jangan Lagi Hubungi Nomor Lama

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru