Galian C Geureudong Pase: Ketika Keringat Dan Harapan Rakyat Dianggap Ancaman

REDAKSI 2

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:21 WIB

50289 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Di tengah himpitan ekonomi dan minimnya lapangan kerja, tambang rakyat di Geureudong Pase yang selama ini menjadi tumpuan hidup warga akhirnya terpublis di media resmi.

Warga pun hanya bisa menatap pilu dan jeritan kesusahan mulai terdengar.

Padahal, tambang itu bukan sekadar tumpukan batu dan pasir, melainkan simbol perjuangan warga setempat dalam menyambung hidup ditengah himpitan dan kesulitan ekonomi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan tempat cari kaya, ini tempat kami bertahan hidup,” ujar masyarakat yang kini kehilangan mata pencahariannya, Rabu 9/7/2025.
Mungkin bagi sebagian orang, ini hanyalah tambang ilegal. Tapi bagi kami, ini adalah sumber kehidupan.

“Kami sedih bukan karena tambang ini diberitakan, tapi jika tambang ini ditutup. Hidup kami mau dibawa ke mana, kemana kami haris mencari nafkah ? ”ucap seorang janda ibu rumah tangga yang sehari – hari bekerja sebagai pengumpul batu dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Polres Aceh Utara Tangkap Dua Predator Anak

Masih warga “kami akui galin C kami tidak lagi memiliki izin, tetapi dengan hasil dari tambang ini kami masyarakat bisa menyambung hidup, bukan itu saja dari hasil tambang tersebut kami dapat menghidupkan balai pengajian, meyediakan daging setiap hari megang dan santunan pada seluruh anak yatim-piatu yang ada di kecamatan kami ini, itu semua dari hasil galian C”

Lebih lanjut para warga mempertayakan “selama ini kami dipedalaman tidak ada yang perduli dengan kondisi kami dan para anak yatim-piatu.
Setiap hari megang dari hasil galian C tersebut kami upayakan seluruh anak yatim-piatu yang ada di Kecamatan ini semuanya harus mendapatkan daging dan uang santunan.
Siapa yang pernah membatu dalam hal tersebut ? tidak ada, termasuk media yang telah memberiatakan kegiatan kami, coba tanya sama media tersebut berapa Ribu Rupiah yang pernah dia bantu untuk anak yatim – piyatu kami disini” pungkas warga.

Baca Juga :  Peran Sekolah Dan Orang Tua Dalam Mencegah Kenakalan Remaja

Pemberitaan tambang rakyat itu justru memunculkan tanda tanya besar,
warga pun mencium adanya permainan dari oknum yang tak berpihak kepada masyarakat kecil.

Ironi ini semakin menyakitkan karena banyak warga tak punya pilihan lain. Lahan sempit, dan pekerjaan formal yang langka membuat tambang rakyat menjadi satu-satunya jalan keluar bagi mereka.

Hasil investigasi media ini dilapangan, sektor tambang ini justru menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi warga.
Represif harus diganti dengan pola pemberdayaan, dan legalitas tambang rakyat harus difasilitasi, bukan dimatikan.

Masyarakat Geureudong Pase kini hanya bisa menunggu, sambil berharap mereka tidak diabaikan oleh telinga kekuasaan yang makin tuli terhadap jeritan rakyat kecil (SR)

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru