Rp19,55 Miliar Dana Meugang Aceh Utara Mengambang, Selisih Rp 5 Miliar Lebih Belum Terjawab

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 05:11 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA – Kucuran dana Rp19,55 miliar dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk program daging meugang bagi warga terdampak banjir di Aceh Utara berubah menjadi polemik. Bantuan yang disebut telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) itu hingga kini belum disertai penjelasan teknis yang transparan dan terukur.

Di ruang publik, beredar asumsi alokasi Rp17 juta per desa untuk 852 desa. Jika dikalkulasi, totalnya hanya sekitar Rp14,48 miliar. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp5,06 miliar dari pagu yang belum dijelaskan secara terbuka ke mana arah penggunaannya.
Selisih ini bukan angka kecil. Dalam tata kelola keuangan daerah, perbedaan miliaran rupiah tanpa uraian rinci adalah alarm serius bagi akuntabilitas.

Tokoh masyarakat yang namanya tidak ingin disebutkan menilai persoalan ini sebagai ujian kredibilitas pemerintah daerah. “Kalau memang ada komponen lain dalam anggaran, sampaikan secara terbuka. Publik tidak boleh dibiarkan menebak-nebak,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Bantuan meugang bukan sekadar agenda kultural. Ia disalurkan dalam konteks pemulihan pascabencana, ketika ribuan warga masih bergulat dengan kerugian ekonomi akibat banjir. Karena itu, standar transparansi semestinya lebih tinggi dari program rutin biasa.

Sejumlah pertanyaan mendasar hingga kini belum dijawab secara resmi:
Apakah Rp17 juta per desa merupakan angka final atau hanya asumsi?
Jika ada biaya pengadaan terpusat, berapa nilai kontraknya dan siapa pelaksananya?
Apakah terdapat biaya distribusi atau operasional yang menggerus pagu?
Siapa yang mengawasi dan bagaimana mekanisme pelaporan publiknya?

Ketiadaan dokumen teknis dan rincian anggaran yang dipublikasikan membuka ruang tafsir liar. Dalam situasi seperti ini, diam bukan sikap netral—melainkan berisiko memperlebar jarak kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga :  Sumur Minyak Ilegal Alue Gureb Kembali dibuka. Koordinator PPA Curiga, Diduga ada Setoran Jutaan Rupiah ke Kantong oknum – Oknum Tertentu.

Dana yang bersumber dari pusat untuk warga terdampak bencana seharusnya dikelola dengan prinsip keterbukaan total. Setiap rupiah wajib memiliki jejak administrasi yang bisa diakses publik.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan komprehensif dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengenai konstruksi anggaran dan mekanisme distribusi program tersebut.

Menjelang Ramadan, warga Aceh Utara menunggu lebih dari sekadar daging meugang. Mereka menunggu kejelasan. Sebab dalam pengelolaan uang rakyat, transparansi bukan pilihan—melainkan kewajiban yang melekat pada kekuasaan.

Demi keberimbangan informasi media membuka ruang hak jawab, koreksi dan klarifikasi bagi pihak terkait. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru