SDN 3 Geureudong Pase: Murid Belajar di Teras, Pagar Sekolah Tinggal Nama

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara |Oposisi News 86 – Di tengah gencarnya kampanye pemerintah tentang pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kondisi SD Negeri 3 Geureudong Pase justru menyajikan potret berbeda. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik itu tampak jauh dari standar fasilitas pendidikan yang layak.

Pantauan di lokasi, Kamis (18/6/2026), sekolah tersebut terlihat minim sarana penunjang. Pagar yang semestinya menjadi pengaman lingkungan sekolah nyaris tidak berfungsi. Pada beberapa sisi, pagar hanya berupa kawat tua yang sudah putus dan rebah ke tanah tanpa konstruksi penyangga yang memadai.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, kawasan sekolah terbuka tanpa batas. Hewan ternak dapat keluar masuk dengan leluasa, sementara siswa juga berpotensi meninggalkan area sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung tanpa terdeteksi.

Persoalan tak berhenti di situ. Sekolah yang menampung lebih dari 200 siswa itu juga mengalami kekurangan ruang belajar. Sedikitnya empat rombongan belajar (rombel) terpaksa menjalani kegiatan belajar di ruang terbuka. Sebagian lainnya menggunakan rumah dinas guru yang kondisinya telah menua dan jauh dari ideal untuk dijadikan ruang kelas.

Pemandangan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar pendidikan di wilayah pedalaman. Di saat berbagai program peningkatan mutu pendidikan terus digaungkan, keberadaan sekolah dengan fasilitas minim seperti ini menjadi ironi yang sulit diabaikan.

Baca Juga :  Saat Desa Menjaga Akhlak: Tradisi Mengaji Tetap Hidup di Suka Damai

Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah terkait pengelolaan dan kecukupan anggaran sekolah. Apakah kebutuhan sarana-prasarana memang belum terakomodasi dalam perencanaan pembangunan pendidikan daerah, atau ada faktor lain yang menyebabkan kondisi tersebut terus berlangsung tanpa penanganan berarti.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 3 Geureudong Pase, Yusliadi, S.Pd, membenarkan kondisi tersebut.

“Saya baru bertugas di sini sebagai Plt. Memang masih banyak yang harus dibenahi, terutama pagar sekolah. Saat ini pagar hanya berupa kawat biasa dan sebagian sudah putus. Kondisi ini sangat berisiko bagi keamanan siswa karena mereka bisa dengan mudah keluar dari lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan guru,” ujarnya.

Yusliadi juga mengakui keterbatasan ruang belajar yang memaksa sebagian siswa belajar di luar kelas.

“Empat rombel memang terpaksa belajar di ruang terbuka. Sebagian lagi menggunakan rumah dinas guru yang kondisinya juga sudah tidak layak sebagai ruang belajar. Persoalan ini sudah kami sampaikan kepada kepala rayon dan akan kami laporkan kembali kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar proses belajar mengajar tidak terus berlangsung dalam keterbatasan.
“Mudah-mudahan pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera merespons dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah ini,” tutupnya.

Baca Juga :  THR Penjaga Tower Diduga Diabaikan, Kewajiban Hukum Dipertanyakan dan Tanggung Jawab Korporasi Disorot

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi SDN 3 Geureudong Pase.

“Masalah ini sudah dalam penanganan. Kami telah menerima laporan dan saat ini tim kami yang berada di Jakarta sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk mencari solusi penanganannya,” ujar Jamaluddin melalui sambungan WhatsApp.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah juga masih fokus menangani sejumlah sekolah yang terdampak banjir bandang dan hingga kini belum sepenuhnya pulih.

“Banyak sekolah yang masih belajar secara terbatas, bahkan ada yang masih menggunakan tenda akibat dampak banjir tahun lalu. Namun kebutuhan fasilitas pendidikan di seluruh sekolah tetap menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

Kondisi SDN 3 Geureudong Pase menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan. Di lapangan, masih ada sekolah yang bergulat dengan persoalan paling mendasar: ruang belajar yang layak dan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu. [Muhadar]

Berita Terkait

Saat Desa Menjaga Akhlak: Tradisi Mengaji Tetap Hidup di Suka Damai
Menggema Aceh Utara Bangkit! Bupati dan Wabup Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram
Kapolres Gayo Lues Rotasi Pejabat Utama, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
IRT Berdarah Diduga Jadi Korban Debt Collector, Haji Uma: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme Berkedok Penagihan
Dari Pedalaman Aceh Utara, Gampong Darussalam Menjawab Krisis Moral dengan Pengajian
TK Negeri 1 Geureudong Gelar Simulasi Kebakaran, Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Dini
MBG Cot Rheu, Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Kacabdin Aceh Utara Diuji, Johan Bungkam

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:42 WIB

Semangat Kebersamaan di Dusun Bajo, Babinsa dan Warga Bersihkan Sampah di Lingkungan Permukiman

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:36 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Sarang Sabu di Labangka Digulung Polisi, Satu Pelaku Ditangkap

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:05 WIB

‎Merawat Tradisi Samawa, Babinsa Ikut Sukseskan Festival Melala Minyak di Bendungan Beringin Sila

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:59 WIB

‎Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen Pengabdian Melalui Sertijab Danramil Jajaran

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:08 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Sosialisasi P4GN, Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Sumbawa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:05 WIB

TNI dan Warga Bersatu Bangun Asa, Progres Jembatan Armco Kapasari 1 Capai 13 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:02 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Dukung Sosialisasi Panduan Gladi Posko dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana di Moyo Utara

Berita Terbaru