Aceh Utara|Oposisi News 86 – Ketika daya beli masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cot Rheu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi banyak keluarga, program tersebut bukan sekadar penyedia makanan, melainkan bentuk nyata dukungan negara terhadap tumbuh kembang generasi muda.
Sejumlah warga yang ditemui media, Senin (8/6/2026), menilai kehadiran MBG memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan harian anak-anak yang menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMA di wilayah Kuta Makmur.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku program tersebut membantu meringankan beban rumah tangga, terutama dalam memastikan anak memperoleh asupan yang layak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Kami sangat terbantu. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, keberadaan MBG memberi kepastian bahwa anak-anak mendapatkan makanan yang baik untuk pertumbuhan mereka. Bagi keluarga seperti kami, ini sangat berarti,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan warga lainnya. Menurut dia, keterbatasan pendapatan sering kali memaksa keluarga mengatur pengeluaran secara ketat, termasuk kebutuhan pendidikan dan konsumsi anak.
“Tidak semua orang tua memiliki kondisi ekonomi yang sama. Kadang kami harus menyesuaikan banyak kebutuhan sekaligus. Dengan adanya MBG, setidaknya ada beban yang berkurang karena anak-anak sudah mendapatkan makanan bergizi di sekolah,” katanya.
Respon positif juga datang dari kalangan pelajar. Seorang siswa sekolah dasar mengaku senang dengan menu yang disajikan setiap hari.
“Makanannya enak, lauknya kami suka, dan buah yang diberikan juga segar. Kami senang karena bisa makan bersama teman-teman di sekolah,” tuturnya.
Kepala SPPG Cot Rheu, Rafsanjani, menegaskan bahwa pemenuhan gizi peserta didik menjadi fokus utama program yang dijalankan. Karena itu, setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan, dilakukan dengan memperhatikan standar mutu dan kebersihan.
Menurutnya, kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima.
“Tujuan utama MBG adalah mendukung kebutuhan nutrisi anak-anak dan pelajar. Oleh sebab itu, aspek higienitas, keamanan pangan, serta mutu sajian menjadi perhatian utama kami. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Rafsanjani.
Ia berharap program tersebut mampu menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan program ini memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas gizi generasi muda. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis tujuan yang diharapkan pemerintah dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (SR)









































