Aceh Utara|Oposisi News 86 – Jauh dari riuh Aktivitas perkantoran,Gampong Darussalam di Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, menghadirkan potret kehidupan masyarakat yang tetap teguh memelihara nilai-nilai keagamaan. Di desa yang dihuni sekitar 131 kepala keluarga atau lebih dari 461 jiwa itu, pengajian rutin setiap malam Jumat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga.
Kegiatan yang dipusatkan di meunasah gampong tersebut diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Kaum laki-laki dan perempuan hadir dalam majelis yang sama dengan tujuan memperdalam pemahaman agama sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tradisi itu telah berlangsung sejak lama dan terus bertahan karena mendapat dukungan luas dari masyarakat. Bagi warga, pengajian bukan sekadar agenda mingguan, melainkan kebutuhan yang memberi arah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memandang ilmu agama sebagai bekal yang sangat penting. Kehidupan tidak hanya tentang urusan dunia, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama,” ujar salah seorang warga.
Pendapat serupa disampaikan seorang peserta dari kalangan perempuan. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana belajar yang bermanfaat sekaligus ruang memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami memperoleh banyak pelajaran tentang ibadah dan kehidupan. Kegiatan ini sangat berarti dan patut dipertahankan,” katanya.
Geuchik Gampong Darussalam, Muksin, mengatakan pengajian rutin telah menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri. Pemerintah gampong, kata dia, terus berupaya menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut karena dinilai memberi dampak positif bagi kehidupan sosial maupun keagamaan.
“Majelis ini tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi. Anak-anak, remaja, dan orang tua berkumpul dalam satu forum, saling belajar dan berbagi nilai-nilai kebaikan,” ujar Muksin, Minggu (14/6/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan pengajian juga sejalan dengan program Bupati Aceh Utara yang mendorong penguatan syiar Islam di tingkat gampong.
Menurutnya, keberadaan majelis ilmu menjadi salah satu cara efektif membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara sosial, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan dan semakin diminati masyarakat. Pendidikan agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tutupnya.
Di tengah derasnya perubahan zaman, Gampong Darussalam memilih menjaga tradisi yang telah lama mengakar: merawat ilmu, memperkuat ukhuwah, dan menempatkan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. [Muhadar]









































