IRT Berdarah Diduga Jadi Korban Debt Collector, Haji Uma: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme Berkedok Penagihan

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:05 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Video yang memperlihatkan seorang ibu rumah tangga (IRT) mengalami luka hingga mengeluarkan darah dari hidung setelah diduga menjadi korban kekerasan oknum debt collector perusahaan pembiayaan FIF di Aceh Utara memantik kemarahan publik. Rekaman yang viral di media sosial itu tidak hanya memunculkan simpati terhadap korban, tetapi juga mempertanyakan praktik penagihan yang diduga telah melampaui batas hukum.

Di tengah sorotan masyarakat, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma), mendesak aparat kepolisian bertindak cepat dan tidak sekadar menunggu polemik mereda. Ia meminta pelaku segera diamankan serta seluruh pihak yang terlibat diperiksa tanpa pandang bulu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat, terlebih terhadap perempuan. Jika benar peristiwa ini dilakukan oleh oknum debt collector, maka pelaku wajib segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Haji Uma, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga :  Semangat HUT RI ke-81 Menggema di Desa Porang, Warga Hidupkan Gotong Royong Lewat Perlombaan Rakyat

Menurutnya, sengketa kredit bukan alasan untuk menghalalkan tindakan brutal terhadap warga. Mekanisme penagihan telah diatur oleh hukum dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi aksi main hakim sendiri.

“Utang-piutang merupakan ranah perdata. Tidak ada dasar hukum yang membenarkan pemukulan, ancaman, maupun tindakan represif terhadap masyarakat. Jika dugaan ini benar, maka itu bukan lagi soal penagihan, melainkan dugaan tindak pidana,” ujarnya.

Haji Uma menilai aparat penegak hukum harus mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh, bukan hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Ia meminta penyidik menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang memerintahkan, mengetahui, atau membiarkan tindakan tersebut terjadi.

“Polisi harus mengusut sampai ke akar persoalan. Jangan hanya menyentuh pelaksana, tetapi juga menelusuri apakah ada pihak yang bertanggung jawab di balik tindakan itu. Penegakan hukum harus memberikan kepastian dan rasa keadilan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa lambannya penanganan kasus yang telah menjadi perhatian publik berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat.

Baca Juga :  Tak Cukup Razia, Ogek Agus Minta Pemerintah Bongkar Akar Prostitusi di Aceh

Selain itu, Haji Uma meminta manajemen FIF tidak mengambil posisi pasif. Perusahaan, menurutnya, wajib memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan mendukung penuh proses penyelidikan apabila pelaku terbukti memiliki keterkaitan dengan aktivitas penagihan yang mengatasnamakan perusahaan.

“Jangan sampai ada kesan cuci tangan atau menutup-nutupi fakta. Jika terdapat keterlibatan pihak yang bekerja atas nama perusahaan, maka tanggung jawab moral dan kelembagaan juga harus dijalankan. Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku kekerasan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian maupun manajemen FIF terkait kronologi lengkap insiden tersebut. Sementara itu, tekanan publik terus menguat agar kasus yang menyita perhatian masyarakat Aceh ini tidak berakhir sebagai sekadar viral di media sosial, melainkan dituntaskan melalui proses hukum yang transparan dan berkeadilan. [Muhadar]

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru