Standar Ganda Polda NTB, Sikapi Kasus Uhel dan Adik Mantan Gubernur 

REDAKSI NTB

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:34 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, oposisinews86.com, (3 Juni 2026), – Polda Nusa Tenggara Barat dinilai menerapkan standar ganda terhadap penanganan kasus korupsi masker, di Polresta Mataram.

Tersangka dugaan korupsi Masker bantuan Covid19 dari Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang semasa Gubernur Zulkieflimansyah menjabat, justru diberi fasilitas penangguhan penahanan. Padahal Jaksa dari Kejaksaan Negeri NTB, sudah menyatakan berkas perkara kasus korupsi tersebut, telah P21.

Berbeda dengan kasus yang menimpa Suhaeli Fadil Tohir atau Abah Uhel. Mantan calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Zulkieflimansyah tersebut, justru ditetapkan tersangka dan ditahan oleh penyidik Direktorat Pidana Umum (Ditpidum) Polda NTB, karena kasus penipuan, yang merugikan pelapor hanya Rp 30 juta.

“Tidak ada yang kita bedakan pak. Kami tegak lurus. Akan ada pelimpahan berkas tahap dia, ke Kejaksaan Tinggi. Kami akan serahkan berikut dengan tersangka,” kilah, Kapolresta Mataram, melalui Kasat Reserse, AKP. I Made Dharma Yulia Putra, kepada wartawan, pekan lalu.

Faktanya, hingga kini, tersangka enam korupsi masker yang merugikan negara Rp 1,58 Milyar tersebut masih bebas menghirup udara diluar tahanan. Sementara, Abah Uhel mantan Bupati Lombok Tengah dua periode, malah mendekam di sel tahanan Polda NTB.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Kapolres Sumbawa Silaturahmi dengan LSM untuk Jaga Kondusifitas Daerah

Satu dari enam tersangka korupsi Masker ini antara lain, Adik Kandung Mantan Gubernur, Zulkieflimansyah, Dewi Noviani. Dewi Noviani sebagai tersangka korupsi pengadaan bantuan Masker Covid19 tersebut, malah diberikan fasilitas penangguhan penahanan oleh penyidik Polresta Mataram.

Standar ganda dalam proses penegakkan hukum Polda NTB, menuai kecamatan banyak pihak. Di media sosial, warganet meminta Polda NTB, menunjukkan profesionalitas dan memastikan agar siapapun akan tunduk dihadapan hukum.

Kapolda NTB melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Kombes Pol. Mohammad Kholid, belum memberikan respons terkait dengan beda perlakuan yang diterima para pelaku korupsi Masker tersebut. (Fr)

Berita Terkait

Garda Terdepan Keamanan Wilayah, Koramil 1607-07/Lunyuk Intens Patroli Malam Demi Kenyamanan Warga
Program Infrastruktur Presiden Prabowo Menyentuh Pelosok, Jembatan Gantung Kayu Madu Terus Dikebut
PT Intam Mangkir dari Panggilan DPRD, Komisi II dan III Ancam Tutup Aktivitas Tambang: “Jika Tetap Membangkang, Kami Hentikan Operasionalnya!”
‎Perpisahan Penuh Haru di SMPN 1 Lantung, Babinsa Berikan Dukungan bagi Generasi Muda
Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya
Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan
Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat
Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:34 WIB

Standar Ganda Polda NTB, Sikapi Kasus Uhel dan Adik Mantan Gubernur 

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:53 WIB

Program Infrastruktur Presiden Prabowo Menyentuh Pelosok, Jembatan Gantung Kayu Madu Terus Dikebut

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:21 WIB

PT Intam Mangkir dari Panggilan DPRD, Komisi II dan III Ancam Tutup Aktivitas Tambang: “Jika Tetap Membangkang, Kami Hentikan Operasionalnya!”

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:35 WIB

‎Perpisahan Penuh Haru di SMPN 1 Lantung, Babinsa Berikan Dukungan bagi Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 22:33 WIB

Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya

Senin, 1 Juni 2026 - 20:37 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:33 WIB

Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat

Senin, 1 Juni 2026 - 18:36 WIB

Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total

Berita Terbaru