Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:14 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Doc, Oposisi News 86, Siwah Rimba.

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Ribuan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek turun ke jalan dan mengepung Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (7/5/2026). Massa yang berasal dari Kecamatan Cot Girek, Paya Bakong, dan Pirak Timu itu menuntut pemerintah berhenti pasif menghadapi konflik lahan yang kini melumpuhkan aktivitas perusahaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi para pekerja, persoalan tersebut bukan lagi sekadar sengketa agraria. Konflik berkepanjangan telah menggerus pendapatan, mengancam keberlangsungan hidup keluarga, dan memperlihatkan lemahnya negara menjaga aset BUMN.
“Kami datang bukan untuk mencari gaduh. Kami menuntut kepastian hidup,” tegas salah seorang orator.

Sejak akhir 2025, areal HGU seluas sekitar 3.200 hektare disebut tak lagi dapat dikelola normal akibat blokade, intimidasi, serta penguasaan lahan oleh kelompok tertentu. Situasi itu diperparah dengan dugaan pembakaran aset perusahaan dan penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) yang terus berulang tanpa penindakan tegas.

Baca Juga :  Irigasi Leubok Guha Dipulihkan, Geureudong Pase Menata Ulang Harapan Pascabanjir

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: ke mana negara ketika aset milik pemerintah dikuasai konflik berkepanjangan?

Dalam aksinya, massa menyampaikan lima tuntutan utama. Mereka meminta Bupati Aceh Utara menjamin keamanan pekerja, menertibkan bangunan serta tanaman ilegal di area HGU, mendesak BPN mempercepat pemeriksaan status lahan, meminta Polda Aceh menuntaskan laporan pidana yang mandek, serta mendorong DPR RI membentuk pansus penyelesaian konflik.

Pernyataan sikap para pekerja terdengar keras. Mereka menilai pembiaran yang berlangsung selama ini menjadi bukti rapuhnya perlindungan hukum terhadap masyarakat dan pekerja.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Utara Buka Seleksi Calon Direksi PT Pase Energi Migas

“Kalau aset negara saja tidak mampu diamankan, bagaimana rakyat bisa percaya pada kepastian hukum?” bunyi salah satu tuntutan massa.

Aksi tersebut diterima Asisten II Setdakab Aceh Utara, Fauzan. Ia menyatakan pemerintah daerah akan menampung seluruh aspirasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Namun bagi massa, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan rapat dan koordinasi birokrasi. Mereka menuntut tindakan nyata di lapangan sebelum konflik berubah menjadi ledakan sosial yang lebih besar.

Hingga kini, sebagian besar aktivitas kebun masih terhenti. Sementara aparat penegak hukum dan pemerintah diuji: berdiri sebagai penengah yang tegas atau terus membiarkan konflik menggerus wibawa negara di tanah sendiri. [Siwah Rimba]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna
Kepala Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Ucapkan Selamat atas Wisuda H. Mashudi, S.H., M.Sos

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:42 WIB

Semangat Kebersamaan di Dusun Bajo, Babinsa dan Warga Bersihkan Sampah di Lingkungan Permukiman

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:36 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Sarang Sabu di Labangka Digulung Polisi, Satu Pelaku Ditangkap

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:05 WIB

‎Merawat Tradisi Samawa, Babinsa Ikut Sukseskan Festival Melala Minyak di Bendungan Beringin Sila

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:59 WIB

‎Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen Pengabdian Melalui Sertijab Danramil Jajaran

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:08 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Sosialisasi P4GN, Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Sumbawa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:05 WIB

TNI dan Warga Bersatu Bangun Asa, Progres Jembatan Armco Kapasari 1 Capai 13 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:02 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Dukung Sosialisasi Panduan Gladi Posko dan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana di Moyo Utara

Berita Terbaru