Rekor PPPK Paruh Waktu Aceh Utara: Ribuan Dilantik, Kepastian Hidup Tetap di Ruang Tunggu

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:52 WIB

50213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatatkan rekor baru dengan melantik 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu secara serentak di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Kamis (5/2/2026).

Dari sisi kuantitas, angka ini menjadi yang tertinggi di Aceh dan disebut-sebut sebagai salah satu pelantikan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia.

Prosesi yang dipimpin langsung Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, dipresentasikan sebagai capaian penting pemerintah daerah setelah melalui tahapan administrasi panjang hingga ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemerintah menyebut pelantikan ini sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap ribuan tenaga honorer yang selama bertahun-tahun bekerja tanpa status jelas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik klaim keberhasilan itu, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana pelantikan massal ini benar-benar menjawab problem klasik tenaga honorer—ketidakpastian kerja, keterbatasan hak, dan masa depan yang terus ditunda.

Baca Juga :  Angin Kencang Landa Aceh Utara, TNI Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Bencana

Status “paruh waktu” menjadi titik krusial.

Bagi sebagian besar peserta, pengangkatan ini tidak serta-merta menghadirkan rasa aman sebagai aparatur negara. Alih-alih memperbaiki kondisi, kebijakan tersebut dinilai hanya memindahkan posisi tenaga honorer dari wilayah abu-abu ke zona setengah terang—diakui, tetapi belum dilindungi sepenuhnya.

HY, tenaga kesehatan yang telah mengabdi sejak 2005 di salah satu fasilitas layanan milik pemerintah daerah, menyebut pelantikan ini belum menyentuh akar persoalan. Setelah dua dekade bekerja, ia kini berada di usia yang secara regulasi menutup peluang menjadi PNS. “Saya bersyukur dilantik, tapi masa depan tetap tidak jelas. Kami sudah lama mengabdi, tetapi status paruh waktu tidak memberi kepastian hidup,” ujarnya.

Menurut HY, perubahan status lebih terasa sebagai penataan administrasi ketimbang peningkatan kesejahteraan. Hak yang diterima belum sebanding dengan beban kerja dan lamanya pengabdian. “Yang berubah hanya nama, bukan kondisi,” katanya.

Baca Juga :  Polres Aceh Utara Ziarah & Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Keluhan serupa datang dari sejumlah PPPK Paruh Waktu lainnya yang berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Mereka mendesak adanya skema transisi yang konkret menuju PPPK penuh waktu, terutama bagi tenaga honorer kategori R2 dan R3 yang telah bertahun-tahun mengisi kekosongan layanan publik.

Pengangkatan ribuan PPPK Paruh Waktu ini pada akhirnya memperlihatkan paradoks kebijakan kepegawaian: negara hadir dalam bentuk pengesahan, tetapi absen dalam jaminan keberlanjutan. Pemerintah daerah berhasil membukukan angka impresif, namun belum menunjukkan peta jalan yang tegas untuk menyelesaikan persoalan struktural tenaga honorer.

Tanpa kebijakan lanjutan yang berpihak, pelantikan ini berpotensi menjadi etalase keberhasilan birokrasi—indah dilihat, miskin substansi. Rekor boleh tercatat dalam satu hari, tetapi bagi ribuan PPPK Paruh Waktu di Aceh Utara, pengabdian panjang masih harus dibayar dengan ketidakpastian yang tak kunjung berakhir. [SR]

Berita Terkait

Lapangan Landeng Dipenuhi Jamaah, Pemkab Aceh Utara Gelar Peringatan Akbar Nuzulul Qur’an
Jaga Kekhusyukan Tarawih, Polsek Banda Sakti Amankan Masjid di Malam Ramadan
Polres Lhokseumawe Amankan Bazar Ramadhan di Lapangan Hiraq, Ragam Lomba Islami Semarakkan Penutupan
Diterpa Sorotan, Geuchik Krueng Baro Blang Mee Klarifikasi Polemik Posyandu dan Lahan Rp120 Juta
Bupati Aceh Utara Lantik 23 Pejabat dan 8 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Reformasi Birokrasi
Dana Desa Krueng Baro Blang Mee Diseret ke Meja Hijau, Geuchik Dilaporkan atas Dugaan Korupsi
Benahi Data JKN, Pemkab Aceh Utara Kejar Ketepatan Sasaran PBI
Kolaborasi PGE Dan Puskesmas Syamtalira Aron Gelar Khitanan Massal, 70 Anak dari 34 Desa Terlayani

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:05 WIB

Kapolres Gayo Lues dan Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:01 WIB

Residivis Pencuri Drum BBM Bantuan Bencana Ditangkap, Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Kejahatan yang Merugikan Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:05 WIB

Stok BBM di Gayo Lues Dipastikan Aman, Polisi Imbau Warga Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:50 WIB

Khianati Kepercayaan Majikan, Karyawan Toko Perabot di Gayo Lues Ringkus Polisi Usai Aksi Pencurian Lintas Kabupaten Terbongkar

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:08 WIB

Operasi Pasar Murah Digelar di 11 Kecamatan, Pemkab Gayo Lues Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

Warga Padati Pusat Kota Jelang Berbuka, Arus Lalu Lintas Blangkejeren Direkayasa

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:16 WIB

Pemkab Gayo Lues Pastikan Bantuan Sapi Meugang Tepat Sasaran dan Terbuka

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:33 WIB

Sinergi Polisi dan Jurnalis Menguat di Tengah Bencana Hidrometeorologi Gayo Lues

Berita Terbaru

BANGKA SELATAN

Tawa Anak-Anak di Serambi Masjid, Isyarat Tumbuhnya Harapan Generasi

Minggu, 8 Mar 2026 - 14:00 WIB