Rekor PPPK Paruh Waktu Aceh Utara: Ribuan Dilantik, Kepastian Hidup Tetap di Ruang Tunggu

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:52 WIB

50285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatatkan rekor baru dengan melantik 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu secara serentak di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Kamis (5/2/2026).

Dari sisi kuantitas, angka ini menjadi yang tertinggi di Aceh dan disebut-sebut sebagai salah satu pelantikan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia.

Prosesi yang dipimpin langsung Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, dipresentasikan sebagai capaian penting pemerintah daerah setelah melalui tahapan administrasi panjang hingga ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemerintah menyebut pelantikan ini sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap ribuan tenaga honorer yang selama bertahun-tahun bekerja tanpa status jelas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik klaim keberhasilan itu, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana pelantikan massal ini benar-benar menjawab problem klasik tenaga honorer—ketidakpastian kerja, keterbatasan hak, dan masa depan yang terus ditunda.

Baca Juga :  Mudik Gratis Ops Ketupat Seulawah 2025, Satlantas Polres Lhokseumawe Bersama PT. PIM Gelar Pengecekan Kendaraan dan Tes Urine

Status “paruh waktu” menjadi titik krusial.

Bagi sebagian besar peserta, pengangkatan ini tidak serta-merta menghadirkan rasa aman sebagai aparatur negara. Alih-alih memperbaiki kondisi, kebijakan tersebut dinilai hanya memindahkan posisi tenaga honorer dari wilayah abu-abu ke zona setengah terang—diakui, tetapi belum dilindungi sepenuhnya.

HY, tenaga kesehatan yang telah mengabdi sejak 2005 di salah satu fasilitas layanan milik pemerintah daerah, menyebut pelantikan ini belum menyentuh akar persoalan. Setelah dua dekade bekerja, ia kini berada di usia yang secara regulasi menutup peluang menjadi PNS. “Saya bersyukur dilantik, tapi masa depan tetap tidak jelas. Kami sudah lama mengabdi, tetapi status paruh waktu tidak memberi kepastian hidup,” ujarnya.

Menurut HY, perubahan status lebih terasa sebagai penataan administrasi ketimbang peningkatan kesejahteraan. Hak yang diterima belum sebanding dengan beban kerja dan lamanya pengabdian. “Yang berubah hanya nama, bukan kondisi,” katanya.

Baca Juga :  Sat Binmas Polres Lhokseumawe Gelar Himbauan Kamtibmas Keliling dan Bagikan Takjil Gratis

Keluhan serupa datang dari sejumlah PPPK Paruh Waktu lainnya yang berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Mereka mendesak adanya skema transisi yang konkret menuju PPPK penuh waktu, terutama bagi tenaga honorer kategori R2 dan R3 yang telah bertahun-tahun mengisi kekosongan layanan publik.

Pengangkatan ribuan PPPK Paruh Waktu ini pada akhirnya memperlihatkan paradoks kebijakan kepegawaian: negara hadir dalam bentuk pengesahan, tetapi absen dalam jaminan keberlanjutan. Pemerintah daerah berhasil membukukan angka impresif, namun belum menunjukkan peta jalan yang tegas untuk menyelesaikan persoalan struktural tenaga honorer.

Tanpa kebijakan lanjutan yang berpihak, pelantikan ini berpotensi menjadi etalase keberhasilan birokrasi—indah dilihat, miskin substansi. Rekor boleh tercatat dalam satu hari, tetapi bagi ribuan PPPK Paruh Waktu di Aceh Utara, pengabdian panjang masih harus dibayar dengan ketidakpastian yang tak kunjung berakhir. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru