Angin Puting Beliung Hantam Aceh Tenggara, Rumah Warga Rusak dan Listrik Padam

DEDY ARYANTO

- Redaksi

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:47 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane|Oposisi News 86 – Bencana cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara sejak sekitar pukul 18.00 WIB, memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah penduduk, Jum’at (20/03/2026).

Terjangan angin kencang yang berlangsung dalam durasi singkat namun berintensitas tinggi itu dilaporkan mengangkat dan menerbangkan bagian atap rumah warga. Kondisi tersebut tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memperlihatkan kerentanan permukiman terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi belakangan ini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah situasi tersebut, hujan masih terus turun dengan intensitas sedang, memperburuk kondisi lingkungan dan menghambat upaya penanganan awal oleh warga.

Dampak paling signifikan tercatat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Deleng Pokhkison dan Kecamatan Babul Makmur. Di Desa Salang Baru dan Desa Lawe Mantik, sedikitnya dua unit rumah dilaporkan mengalami rusak sedang. Kerusakan ini mencakup bagian atap yang terlepas hingga struktur bangunan yang terganggu, sehingga tidak lagi layak dihuni untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Gelombang IV di SD Negeri 3 Kutacane Berlangsung Tertib dan Kondusif

Selain kerusakan fisik, gangguan juga terjadi pada infrastruktur kelistrikan. Aliran listrik dari PLN di sejumlah titik, khususnya dari wilayah Kecamatan Deleng Pokhkison hingga Kecamatan Lawe Bulan, dilaporkan mengalami pemadaman sebagian.

Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran warga, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas dan akses informasi menjadi terhambat.

Data sementara menunjukkan bahwa terdapat dua kepala keluarga dengan total delapan jiwa terdampak langsung dalam peristiwa ini, masing-masing berasal dari Desa Salang Baru dan Desa Lawe Mantik.

Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka-luka, sebuah kondisi yang patut disyukuri di tengah besarnya potensi risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bahwa ancaman cuaca ekstrem tidak dapat dianggap remeh. Pemerintah melalui ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menegaskan pentingnya upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta respons cepat dalam menghadapi bencana alam.

Baca Juga :  Tragedi Berdarah di Aceh Tenggara, 5 Orang Tewas dan 2 Luka-Luka

Selain itu, peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat menjadi kewajiban yang tidak dapat ditawar, termasuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat kondisi atmosfer yang masih labil.

Langkah antisipatif seperti mengamankan bagian rumah yang rentan, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang menjadi hal yang sangat penting guna meminimalisir risiko yang lebih besar.

Kejadian ini tidak hanya menjadi catatan peristiwa alam semata, melainkan juga cermin perlunya penguatan sistem mitigasi bencana yang lebih terintegrasi, agar keselamatan masyarakat dapat terjamin di tengah ancaman cuaca yang semakin tidak menentu. [Dedi Ariyanto]

Berita Terkait

10 Hari Hilang, Sahila Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Perkebunan Warga
Bupati Aceh Tenggara Kunjungi RSUD Sahudin untuk Memberi Dukungan pada Keluarga Anak Korban Pembunuhan
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Gelombang IV di SD Negeri 3 Kutacane Berlangsung Tertib dan Kondusif
Teror Spanduk Gelap di Banda Aceh dan Ancaman Serius Terhadap Etika Demokrasi
Halalbihalal di Pendopo, Bupati Aceh Tenggara Sampaikan Permohonan Maaf dan Ajak Perkuat Persatuan
Polisi Gagalkan Pengangkutan Getah Pinus Diduga Ilegal di Aceh Tenggara, Delapan Orang Diamankan
Infaq Setahun Berbuah Santunan, Warga Perapat Hulu Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim di Pengujung Ramadan
Di Balik Masjid Balelutu, Hasanudin Menunggu Uluran Tangan di Tengah Sakit yang Tak Kunjung Usai

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru